Tawuran Pelajar Berdarah, Apa yang Salah?

05 Mei 03:46 | Dilihat : 1941
Tawuran Pelajar Berdarah, Apa yang Salah? Pelajar di Klaten yang terlibat tawuran diamankan ke Kantor Polisi.

Baru-baru ini kita dikagetkan dengan berita tentang tawuran massal pelajar SMU di Klaten. Hal ini membuat saya sebagai orangtua merasa semakin khawatir ketika harus melepas anak ke sekolah. Para pelajar yang seharusnya menjadi pribadi yang baik hasil dari pendidikan selama belasan tahun, malah menjadi brutal yang tidak jauh beda dengan preman karena lebih cenderung mengedepankan emosi daripada akalnya.

Lalu, apa yang salah? perlu kiranya kita merenungkan kembali sistem pendidikan kita.  Sistem pendidikan saat ini nyatanya gagal menghasilkan generasi berkualitas dan berakhlak. Sistem pendidikan kita sampai saat inipun sebagian besar masih dititikberatkan pada angka-angka saja. Sedangkan pendidikan moral hanya sedikit dimasukan dalam kurikulumnya. Padahal seharusnya pendidikan moral inilah yang menjadi prioritas sistem pendidikan kita.

Islam sangat memperhatikan pendidikan. Sistem pendidikan dalam Islam tidak hanya memberikan didikan tentang moral Islam saja, tetapi juga membentuk kepribadian Islam dan berfikir kritis, sehingga para pelajar tidak mudah diprovokasi. setidaknya ada enam konsep dalam pendidikan Islam, yaitu membangun pola pikir kritis, membentuk keyakinan mengenai keberadaan Allah dan kebenaran Al-Qur'an, memelihara sebuah kerinduan untuk surga, memahami Islam sebagai Dien dan memahami pentingnya budaya dan sejarah, membongkar iming-iming jalan hidup sekuler liberal, serta membangun rasa tanggung jawab untuk dien mereka, umat, dan manusia. Jika semua ini diterapkan dalam sistem pendidikan kita, maka tidak akan ada lagi tawuran atau bahkan perilaku pelajar yang menyimpang, karena mereka telah memiliki tanggung jawab pribadi.

Wulan
Tinggal di Kab. Sumedang

1 Komentar