Indah Menyimpul Ukhuwah

25 April 07:33 | Dilihat : 661
Indah Menyimpul Ukhuwah Ilustrasi

Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangansebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, karenanya jangan dia menzaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu disini-beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya tiga kali. Cukuplah seorang Muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan Muslim lainnya.“ (H.R Muslim)

Hadits di atas adalah salah satu hadits tentang ukhuwah. Ukhuwah adalah persaudaraan. Setiap Muslim bersaudara dengan Muslim yang lainnya. Allah Swt telah menganugerahkan kepada umat ini, satu ikatan yang kuat, tak ada tandingannya. Ikatan ini muncul dari pancaran keimanan. Itulah ikatan ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah adalah rantai ikatan suci yang tak kenal batas wilayah.

Namun, lihatlah bagaimana kondisi umat Islam saat ini. Saat ini kita hidup di masa penuh tantangan, godaan, fitnah, kezaliman, maksiat hingga kebodohan. Golongan kuffar yang selalu memerangi bahkan sehari-hari kita bisa melihat saudara kita dibunuh karena mereka Muslim. Sebagaimana yang terjadi di Palestina, Myanmar, Rohingya, Suriah, Allepo, dan di berbagai belahan negara lainnya. Adakah penguasa negeri Muslim membantu saudara-saudara kita yang dibantai disana? Atas nama nasionalisme kita jadi berpikir untuk apa kita peduli pada mereka yang nun jauh disana. Cukup kita pikirkan saja negara kita. Alih-alih Islam bagaikan satu tubuh, tapi nyatanya Islam bagaikan terpotong- potong.

Lihatlah pula bagaimana golongan musyrikin, didukung oleh golongan faasiqin dan munaafiqin yang bisa jadi mereka beragama Islam namun anti syariat Islam, phobia Islam, mendukung bahkan juga bekerja sama sampai hingga membuka jalan kekufuran serta kemusyrikan berkuasa. Akibatnya, perpecahan umat terjadi dimana-mana, makin parah. Belum lagi tawuran antarkampung, tawuran antarpelajar masih menghiasi berita di media, dll.

Semua kondisi ini memperjelas bahwa umat Islam saat ini tidak bersatu. Ukhuwah Islam yang merupakan rantai ikatan yang paling kuat dan suci sudah hilang pancarannya. Semangat persaudaraan, sudah luntur dalam jiwa-jiwa kaum Muslim. Kondisi seperti ini sangat diharapkan oleh musuh-musuh Islam, Karena mereka tidak ingin melihat kaum Muslim bersatu, sehingga dengan mudahnya mereka mengadu domba.

Persis seperti yang digambarkan oleh Rasul dalam sebuah hadits, “Kalian kaum Muslimin akan diperebutkan oleh umat-umat lain seperti orang-orang yang memperebutkan makanan (hidangan) yang ada di hadapannya.” Kami (para sahabat) bertanya, “Apakah dikarenakan jumlah kita sedikit pada saat itu, wahai Rasul?” Nabi menjawab, “ Tidak, bahkan jumlah kalian banyak. Namun kalian seperti buih di lautan, sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian, dan sunggu Allah akan memasukkan penyakit wahn di dalam hatimu. “ Kami bertanya, “Apakah penyakit wahn itu wahai Rasul?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati”. (H.R Ahmad dan Abu Dawud)

Mengapa hal ini bisa terjadi? Setidaknya, ada empat faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, diantaranya :

Lemahnya pengetahuan Islam
Banyak umat Islam memaknai Islam hanya sebatas ibadah ritual belaka yang tecakup dalam rukun Islam. Padahal lebih dari itu, ibadah adalah bertaqwa kepada Allah.

Konspirasi kaum kuffar

Serangan-serangan yang digencarkan oleh musuh Islam telah berhasil membuat kaum Muslim terpecah-belah. Isu terorisme, Islamophobia, Islam radikal, Islam itu anarkis, dan lainnya menjadi isu yang paling banyak digencarkan oleh mereka untuk menyerang Islam.

Sekulerisme dan ketidakpedulian penguasa
Penguasa kita saat ini menggunakan kapitalisme sebagai ideolginya. Demi kekuasaan mereka memisahkan agama dari politik. Sehingga terjadilah sebuah tatanan masyarakat dalam negara begitu liberal. 

Tidak adanya khilafah Islam
Khilafah adalah institusi yang menaungi umat Islam. Hingga kini, sudah 93 tahun kita hidup tanpa adanya khilafah. Kondisi umat Islam menjadi carut-marut ketika khilafah tidak ada.

Umat Islam ini Ibarat air kemasan, jika kita ingin menyatukan air-air kemasan tersebut, maka kita perlu wadah untuk menyatukannya.begitupun dengan umat Islam. Agar umat Islam bersatu, maka kita perlu wadah untuk menyatukannya. Wadah ini tiada lain dan tiada bukan adalah khilafah Islam. Dengan khilafah Islam kita akan bersatu, sehingga ukhuwah Islam yang begitu indah akan kembali bersimpul padu.

Begitu rindu kita pada suasana ukhuwah Islam. Tengoklah  sepenggal sejarah pada 1566. Waktu itu Sultan Alauddin Riayat Syah, penguasa negeri Aceh Darussalam, mengirimkan surat kepada Sultan Sulaiman al-Qanuni. Suratnya berisi sebuah pengaduan bahwa armada laut Portugis sering menganggu pedagang Muslim yang sedang berlayar; juga kerap lancang menghadang jama’ah haji di Selat Malaka, yang hendak menuju Makkah. Aduan ini direspon Sultan dengan mengutus bala tentara bantuan. Dikirim secara bergelombang. Yang dikirim pun bukan tentara sembarangan, namun 500 tentara yang ahli seni bela diri, juga lihai mempergunakan senjata.

Inilah indahnya ukhuwah Islamiyah. Aceh Darussalam tak merasa sendiri saat itu. Mereka percaya, punya saudara seiman yang siap membantu, juga saudaranya yang ada di pusat Kekhilafahan. Khilafah menganggap Nusantara adalah bagian darinya. Tak ada alasan untuk menolak permohonan bantuan dari sesama Muslim walau membentang jarak yang begitu jauh.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran:103)

Akhir kata, hanya khilafahlah yang akan menjadi penyimpul ukhuwah Islamiyah yang begitu indah. Allaahu Akbar!

R. Miranda Risang Ayu
Aktivis Muslimah, pemerhati sosial, tinggal di Jatinangor Kab. Sumedang

1 Komentar