Merindukan Jaminan Rasa Aman

19 April 09:41 | Dilihat : 328
Merindukan Jaminan Rasa Aman Ilustrasi

Kejadian penganiayaan yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan membuat publik bereaksi dan berkomentar. mulai dari analisis politis hingga soal motif persaingan bisnis. terlepas dari itu, setidaknya kejadian tersebut mencerminkan satu hal, yakni belum.adanya jaminan kemanan. Ya, sek0elas pejabat publik saja, masih bisa terkena penganiayaan semacam itu. apalagi jika benar motif kejahatan adalah masalah politis, menunjukan betapa tidak sehatnya persaingan politik di negeri ini.  

Rasa aman nampaknya sudah menjadi barang mahal. lihat saja, sekarang orang-orang jika ingin aman harus mau membayar jasa keamanan, minimal jasa satpam sampai bodyguard. CCTV pun menjadi laku keras. semua itu tentu harus dibeli dengan uang. dan akhirnya yang bisa aman ya orang-orang yang punya budget untuk itu. meskipun itu pun tak 100% bisa menjamin keamanan. Rasa aman pun menjadi barang langka. Belum lama ini kita juga disentak dengan kejadian pembunuhan keji satu keluarga di medan. yang terakhir kasus kematian siswa SMA yang diduga bunuh diri karena merasa takut dan terintimidasi oleh guru hanya karena ia melaporkan adanya kecurangan dalam Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolahnya. 

Rasa aman adalah hak mendasar bagi setiap orang. kaya miskin, rakyat ataupun pejabat. psikolog Abraham Maslow pun jauh-jauh hari telah menempatkan komponen kebutuhan ini di atas kebutuhan fisiologis dalam teori hierarki kebutuhan seseorang. Seseorang, menurut Maslow, akan terdorong untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman setelah kebutuhan fisiologis berupa makanan, air, udara, tidur, dan kebutuhan dasar lain yang menunjang kelangsungan hidup terpenuhi.

Saya sebagai rakyat biasa sangat berharap kepada aparat dan pemerintah. Bukankah mereka yang memang sewajibnya membuat rakyat merasa aman? jangan sampai slogan mengayomi dan melindungi hanya berlaku untuk kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu saja. 

Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara dalam membangun rasa aman  bisa berakibat fatal. Akan banyak muncul tindakan main hakim sendiri atau setiap orang akan mempersenjatai diri guna membangun benteng keamanan masing-masing. Akibatnya, akan terjadi instabilitas sosial, politik, maupun ekonomi yang semakin buruk.

Dalam islam, negara lah yang wajib mewujudkan rasa aman bagi rakyatnya. Sistem islam yang bersumber dari Allah Swt. Yang Menciptakan Manusia, dengan seperangkat aturannya dapat mewujudkan rasa aman bagi rakyatnya. Pilar ketakwaan individu akan mencegah orang untuk membahayakan diri maupun orang lain. pilar masyarakat dengab dibentuknya atmosfir budaya amar makruf nahi munkar. Pilar negara menerapkan Sistem ekonomi Islam yang mewudkan kesejahteraan akan meminimalisir motif kejahatan karena faktor ekonomi. Sistem hukum dan sanksi yang adil danbtegas akan menciutkan dan membuat jera orang yang berlaku kriminal. 

Penerapan sistem islam ini sudah terbukti menjamin rasa aman seluruh warhanya.Will Durat dalam bukunya "The Story of Civilization" dengan jujur mengungkapkan ”Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka".

Ini hanya salah satu bukti bahwa sistem Islam bisa memberikan jaminan rasa aman bagi semua orang. Hal yang dirindukan setiap orang. Namun hal itu hanya bisa terwujud melalui penerapan syariah Islam secara menyeluruh dan sempurna dibawah naungan sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Maka saatnya hal itu segera kita wujudkan tanpa ditunda lagi.Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. al-Maidah [5]: 50).

Idea Suciati
Pengamat sosial, tinggal di Jatinangor, Kab. Sumedang

0 Komentar