Pedofil Mengancam Anak-Anak Kita

21 Maret 11:47 | Dilihat : 344
Pedofil Mengancam Anak-Anak Kita Ilustrasi

Maraknya kembali berita mengenai pedofil anak tentu membuat para orang tua bergidik ngeri. Dimulai dari banyaknya kasus penculikan anak-anak dengan berbagai modus sampai tertangkapnya admin sebuah grup facebook tertutup yang menamakan Grup Loli Indonesia makin membuat anak-anak terancam kehilangan masa depannya. Anak yang seharusnya masa kecil nya dihiasi dengan kebahagiaan kini mereka harus terbelenggu karena para pedofil atau penculik yang senantiasa menghantui mereka. 
     
Pedofilia bukanlah sebuah penyakit fisik ataupun genetis. Pedofil juga bukan sekedar penyakit psikologis. Namun, kejahatan yang harus diberantas dan dihukum setimpal. Maka, perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang bisa menghasilkan kejahatan pedofil ini. 

Banyak faktor penyebab pedofil. Faktor yang paling banyak mempengaruhi adalah faktor lingkungan yang menyebabkan seseorang menjadi pedofil atau karena faktor trauma masa kecil sehingga mereka akan mencari pelampiasan untuk balas dendam dengan mengincar kembali anak-anak. 

Diantara semua faktor yang paling banyak menyebabkan seseorang menjadi pedofil adalah juga mereka yang terpapar pornografi. Terlebih diera demokrasi yang Indonesia anut salah satunya adalah dengan menjamin kebebasan berekspresi para pedofil mendapat angin segar untuk melakukan aksinya. Karena ketika seseorang terpapar pornografi maka otak mereka langsung bereaksi bahkan ada yang namanya rasa penasaran untuk melakukan percobaan yang sama. 
     
Demokrasi dengan segala kecacatannya tentu tidak bisa menyelesaikan permasalahan tuntas pedofil dan kasus kejahatan anak. Karena demokrasilah dengan ide kebebasan berperilaku mengabaikan rasa kemanusiaan dan bahkan mencampakkan nilai-nilai agama. Ditambah dengan konten porno, konsumsi miras atau narkoba. Pelaku tidak punya benteng iman, pendidikan keluarga dan pelajaran di sekolah mandul menghasilkan iman yang kokoh. 

Serangan konten porno melalui media dikonsumsi setiap waktu, realita perempuan-perempuan yang membuka aurat, dan kemudahan mendapat miras dan narkoba. Negara tidak tegas terhadap media dan bisnis porno karena sebagian darinya menjadi sumber pemasukan pajak. Negara tidak membuat aturan tentang pakaian perempuan yang menutup aurat karena dianggap bertentangan HAM, bertentangan dengan liberalisme. Bahkan negara gagal memberikan rasa aman juga karena sistem sanksi yang liberal, gagal memberi efek jera. 

Banyak pelaku kejahatan tersebut adalah pemain lama, sudah masuk penjara tapi malah makin terampil dan beragam kejahatannya. Walaupun ada hukuman kebiri namun tak menjamin permasalahan pedofil tuntas. Oleh karenanya penyelesaian masalah ini harus sistemik dan integral.
     
Dibutuhkan peran semua pihak untuk mengatasi pedofil dimulai dari benteng akidah Islam yang harus ditanamkan dalam sebuah keluarga, dan senantiasa mengontrol segala kegiatan anak dengan bahasa yang disampaikan dengan baik kepada anak. begitupun dengan lingkungan. harus ada saling mengingatkan diantara masyarakat ketika ada yang berbuat maksiat. Dan yang paling penting adalah hukuman tegas dari penguasa terhadap para pedofil dengan memberlakukan hukum Islam dan menjamin ditutupnya segala akses yang bisa mengarah seseorang menjadi pedofil. 

Neng Maryana
Ibu Rumah Tangga, tinggal di Tanjunsari Kab. Sumedang

0 Komentar