Krisis Karakter di Dunia Pendidikan

01 Maret 21:20 | Dilihat : 775
 Krisis Karakter di Dunia Pendidikan Ilustrasi: Murid SD

 

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting karena pendidikan tidak hanya menentukan keberlangsungan masyarakat namun juga menguatkan identitas individu dalam masyarakat. 
 
Pendidikan karakter merupakan aspek yang penting bagi generasi penerus, seorang individu tidak cukup hanya diberikan bekal pembelajaran dalam hal intelektual belaka, tetapi juga harus diberikan dalam hal segi moral dan spiritualnya. Pendidikan karakter di sekolah dapat dimulai dengan memberikan contoh yang dapat dijadikan teladan bagi murid dengan diiringi pembelajaran seperti keagamaan sehingga dapat membentuk individu yang berjiwa sosial, berpikir kritis, memiliki dan mengembangkan cita-cita luhur, mencintai dan menghormati orang lain serta adil dalam segala hal.
 
Cita-cita bangsa ini untuk menciptakan pendidikan yang maju, bahkan hal ini termaktub dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal tiga memuat tujuan pendidikan nasional. Namun, rumusan ini seolah menggantang asap dalam sistem demokrasi kapitalisme. Pasalnya sistem ini berporos pada sekularisme yang memisahkan agama dengan kehidupan sehingga wajar jika tujuan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi agar terbentuk individu bertakwa dan berakhlak mulia bagaikan memotong air. Faktanya kenakalan remaja dan korupsi para intelektual semakin lama semakin karut-marut.        
                                                                                                                 
Dan banyak kebijakan dalam dinamika dunia pendidikan justru kontradiktif, misalnya: aktivitas yang mengarah pada liberalisasi perilaku difasilitasi, sementara kegiatan rohis dan keagamaan dicurigai bahkan dilarang. Konten pelajaran yang mengarah pada pemahaman Islam kaaffah dihilangkan, sedangkan konten liberal yang merusak moral secara vulgar dibiarkan. Serta adanya upaya pembungkaman rohis dan aktivis dakwah di sekolah, pesantren dan masjid kampus yang dilakukan secara masif, sementara kegiatan-kegiatan hedonis disemarakan. Krisis karakter ini mengakibatkn pelanggaran etika sosial dan susila serta kekerasan dalam berbagai bentuknya yang sering terjadi seperti perkelahian antar pelajar atau tawuran, sek bebas, tindak pidana, sikap tidak etis terhadap guru dan berbagai bentuk pelanggaran tata tertib sekolah, serta minimnya prestasi yang dicapai para pelajar karena abai terhadap pelajaran yang diajarkan. 
 
Solusi Islam dalam mengatasi krisis karakter di dunia pendidikan adalah dengan kurikulum dan kebijakan pendidikan yang berpijak pada pengokohan akidah, karena akidah merupakan suatu hal yang sangat penting dan mendasar untuk ditanamkan dalam kehidupan seorang muslim sejak awal sebagai penguatan dalam kepribadian Islam, fakih dalam agama dan tinggi dalam saintek. 
 
Pendidikan karakter harus diberikan seiring dengan perkembangan intelektualnya yang dalam hal ini harus dimulai sejakdini tujuannya sebagai sebuah usaha untuk menghidupkan sepiritual yang ideal dan membentuk karakter, karena karakter merupakan suatu evaluasi seorang pribadi atau individu yang dapat memberikan kesatuan atas kekuatan dalam mengambil sikap disetiap situasi. Dapat juga dijadikan strategi untuk mengatasi pengalaman yang selalu berubah sehingga mampu membentuk identitas yang kokoh pada setiap individu, serta membentuk sikap yang dapat membawa ke arah kemajuan. Kebijakan negara didukung oleh kurikulum, kegiatan sekolah dan ekstrakulikuler serta lingkungan yang kondusif. 
 
Islam mempunyai pandangan yang jernih dan menyeluruh terhadap kehidupan dan apapun yang terkait didalamnya, termasuk pendidikan. Akidah Islam sebagai landasan dan pijakan dalam membuat kebijakan sistem pendidikan termasuk kurikulum, kurikulum merupakan sistem untuk menjaga keseimbangan proses pendidikan dan penjabaran capaian tujuan pendidikan. Islam mempunyai kurikulum yang baku untuk mencapai tujuan pendidikan sosok pribadi yang dihasilkan adalah pribadi yang berkarakter ulama sekaligus ilmuwan. 
 
Inna Yuniarti
Ibu Rumah Tangga, tinggal di Cikupa, Tangerang.
 

 

1 Komentar