Carut Marut Keluarga Akibat Liberalisasi

18 Januari 06:07 | Dilihat : 1239
Carut Marut Keluarga Akibat Liberalisasi Ilustrasi

 

 
Pada Kamis (5/1), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjenguk korban penelantaran anak yaitu Marcel dan Sony di Rumah singgah Dinas Sosial Kota Tangerang. Ketika bertemu dengan Marcel yang usianya 3 tahun, beliau langsung menggendong dan memangku anak tersebut. Raut sedih nan iba tak bisa  dielakkan dari wajahnya ketika melihat kondisi Marcel. Mensos Khofifah juga menanyakan kondisi Sony yang merupakan kakak Marcel. Sony mengaku pada mentri bahwa ia masih ingin tinggal bersama ibu kandungnya dan melanjutkan sekolah. 
 
Mentri Khofifah menambahkan, akan melakukan mediasi dengan ibu kandung Sony agar mau menerima kembali kedua anak tersebut. Sebelumya Ibu kandungnya memilih pergi dengan suaminya yang baru dan membawa kedua adik Sony yang lain. Lalu tega menitipkan Sony dan Marcel pada bibinya yang disinyalir terkena gangguan jiwa. Sementara ayah kandungnya sudah meninggal dunia.
 
Diantara kita pasti ada yang tidak percaya adanya ibu kandung yang tega melakukan hal itu. Namun apalah daya, ketika tuntutan ekonomi yang semakin melilit. Pendidikan yang semakin mahal, harga sembako pun semakin meroket seiring lepasnya subsidi dari negara. Buruknya pola asuh orang tua dan tidak adanya tanggung jawab kerabat atau saudara yang mau menafakahi. 
 
Padahal dalam Islam, ketika suami telah meninggal yang bertanggungjawab menafkahi adalah saudara laiki-laki suami, jika tidak punya saudara laki-laki atau punya saudara laki-laki tapi tidak mampu, negaralah yang harus turun tangan. 
 
Tapi agaknya sangat sulit menerapkan peraturan tersebut mengingat kita masih menggunakan sistem Kapitalis Liberal. Pendidikan pranikah juga bukan solusi untuk mengatasi masalah carut marut keluarga, karena pendidikan pranikah hanya berkutat pada permasalahan individu saja, sedangkan masalah yang dihadapi adalah masalah sistemik. Maka haruslah adanya penyiapan secara sistemik pula melaui pendidikan, ekonomi dan pemberlakuan sanksi yang menyokong ketahanan keluaraga.  
 
Lavia Sri Dayanti
Pelajar di Cilacap
 
1 Komentar