Harga Cabai Meroket, Pemerintah Setengah Hati Memberi Solusi

17 Januari 14:56 | Dilihat : 1265
 Harga Cabai Meroket, Pemerintah Setengah Hati Memberi Solusi Ilustrasi

Lonjakan harga cabai yang kian melambung membuat masyarakat semakin merasakan beban yang begitu berat. Kenaikan harga cabai akhir-akhir ini mencapai harga hingga 200 ribu per kilogram. Dan Pemerintah begitu mudahnya memberikan solusi yang tidak membuat keadaan membaik, malah bahkan membuat masyarakat semakin kecewa dengan kebijakan dan solusi-solusi yang diberikan pemerintah.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyarankan masyarakat untuk menanam cabai sendiri, bahkan menyarankan untuk mengkonsumsi cabai kering. Menurutnya, menanam cabai bisa menjadi solusi,karena dengan begitu masyarakat  tetap bisa mengkonsumsi cabai dan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga cabai. Presiden Jokowi saat melakukan blusukan ke Pasar Induk Kajen, Pekalongan mengungkapkan 'Nggak usah beli cabai rawit, belinya cabai yang hijau,yang merah juga pedas, sama saja. Itu kan fluktuatif, Jelasnya.
 
Dimana peran pemerintah dalam menangani dan menjaga kestabilan harga pangan, seperti cabai agar tidak melonjak yang dapat memberatkan masyarakat. Solusi-solusi yang ditawarkan pemerintah tidaklah memeberikan titik terang dan tidak solutif, seakan tidak serius dan setengah hati dalam menangani kenaikan harga pangan, khususnya cabai.
 
Dalam sistem Kapitalis saat ini memang tidak akan pernah bisa memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, yang ada justru semakin mencekik rakyatnya salah satunya dengan lonjakan harga cabai saat ini. Sungguh berbeda dengan sistem Islam, yang memiliki solusi untuk setiap permasalahan umat, seperti menjaga kestabilan harga pangan.
 
Negara Khilafah memiliki solusi dalam mengendalikan stabilitas harga dengan cara yang dibenarkan oleh syariat Islam, salah satunya adalah menjaga supply and demand di pasar agar tetap seimbang, bukan dengan mematok harga barang dan jasa. Hanya dengan diterapkannya sistem Islam masyarakat akan merasakan dan mendapatkan kesejahteraan.

Saryati 
Pengurus Komunitas Gaul Sehat (KOGASE) Cilacap
1 Komentar