Lawakanmu Nggak Lucu, Jo!

13 Januari 16:15 | Dilihat : 913
Lawakanmu <i>Nggak</i> Lucu, Jo! Joshua Suherman [foto: kriminologi.id]

"Dan yang gue binggung, Cherly ini sebagai leader namun ia gagal memanfaatkan kepemimpinannya untuk mendulang popularitas untuk dirinya sendiri. 

Itu terbukti zaman dulu, semua mata lelaki, tertuju pada Annisa, Annisa, Annisa, padahal skill-nya Ani ya tipis-tipis, dance tipis-tipis, cantik relatif, gue mikir, kenapa Annisa lebih unggul dari Cherly, makanya Che, Islam. 

Karena di Indonesia ini, ada satu hal yang tak bisa dikalahkan dengan bakat sebesar apapun, mayoritas-mayoritas," 
-Joshua Suherman- 
(Dikutip dari Tribunnews.com, 9/1)

Lawakanmu nggak lucu Jo! Masih ingat zaman old waktu masih hits jadi penyanyi cilik kamu demen banget ngobok-ngobok air, eh zaman now kamu malah ngobok-ngobok agama. Sikapmu itu tidak terpuji Jo! Membuat umat Islam tersakiti tapi tak berdarah. Tapi bekasnya sampai kiamat pun tak akan hilang. Dan yang membuat kami prihatin bukan sekali ini saja kamu membuat luka di hati kaum muslimin. Kreatifitasmu mengolok-olok ternyata sudah ada sejak dulu. Masih ingat tahun 2015, kamu bergaya ganjen memakai kerudung di postingan Twitter. 

Herannya nggak cuma kamu seorang yang hobi mengolok-olok bahkan menghina Islam. Sebelumnya ada Ernest Prakasa dan Uus, juga akhir-akhir ini viral juga di jagat maya nama Ge Pamungkas. Mereka sama seperti kamu Jo. Komika zaman now yang katanya gaul dan kreatif. Iya, kreatif sekali mengolok-olok agama mungkin itu maksudnya.

Jo, kamu dan teman-teman komikamu itu boleh saja mengolok-olok dan menghina kami. Silakan saja, Jo. Itu bukan masalah buat kami. Tapi Jo, kalau kamu mengolok-olok agama kami. Sungguh, kami tidak ridho! Harta, waktu, tenaga bahkan nyawa kami, siap kami pertaruhkan untuk membelanya!

Dan yang lebih membuat kami kecewa, marah dan sedih adalah sikapmu yang sok merasa tidak bersalah dan tak punya niat untuk meminta maaf. Seperti yang diberitakan viva.co.id, 10/1, melalui kuasa hukummu Achmad Budi Prayoga, kamu tidak ada rencana meminta maaf atas lawakanmu, karena kamu merasa konten lawakanmu tak mengandung konten yang melecehkan maupun mencemarkan agama Islam.

Apakah dengan meminta maaf membuat seseorang menjadi rendah? Atau tak begitu sukakah kamu pada kami? Karena kata-kata yang keluar dari mulut kita merupakan cerminan dari hati kita. Maha Benar Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dengan firman-Nya : “Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.”  ( TQS.Ali Imran[3]: 118).

Mengomentari lawakanmu yang menganggap kami mayoritas selalu menang. Ya benar, kami memang mayoritas di negeri ini. Hampir delapan puluh tujuh persen penduduk negeri ini adalah kaum muslimin. So what gitu lho, itu adalah fakta. Dan fakta juga kalau kami yang mayoritas ini memiliki toleransi yang tinggi. Tak pernah kami mengusik kaum minoritas dalam beribadah dan merayakan hari raya. Tempat peribadatan agama lain pun masih dengan bebas di bangun. 

Satu lagi Jo, tanpa kami yang mayoritas ini. Tak akan kamu rasakan kemerdekaan negeri ini. Para ulama kami lah yang berkontribusi besar dalam membebaskan negeri dengan semangat jihad yang membakar jiwa dan raga para pembela Islam. Dan bukannya kami sombong Jo, kami yang mayoritas ini lah nantinya yang akan menjadi garda terdepan dalam mempertahankan negeri ini sampai titik darah penghabisan dengan semangat jihad dalam diri kami.

Jo, bahkan saking baiknya kami yang mayoritas ini, kamu dan teman-teman komikamu itu dengan bebasnya mengolok-olok kami. Tahukah kamu, mengolok-olok salah satu bagian tubuh kami, sama saja artinya mengolok-olok seluruh tubuh kami Jo. Dan tahukah kamu, Islam tak akan pernah menjadi hina sampai kapan pun. Tapi, setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya.

Imam Ahmad bin Hambal berkata, ”Setiap orang yang menghina Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan mengejek beliau baik muslim ataupun kafir maka dia wajib dibunuh dan saya berpendapat dia dibunuh tanpa harus diminta untuk bertaubat.” (Ibnu Taimiyah, As-Sharimu Al-Maslul, 315)

Laits bin Abi Sulaim meriwayatkan dari Mujahid bin Jabr berkata: “Seorang laki-laki yang mencaci maki Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-dihadapkan kepada khalifah Umar bin Khathab, maka khalifah membunuhnya. Khalifah Umar berkata: “Barangsiapa mencaci maki Allah atau mencaci maki salah seorang nabi-Nya, maka bunuhlah dia! ”( Ibnu Taimiyah, As-Sharim Al-Maslul ‘ala Syatimir Rasul, hal. 201)

Ya Jo, berat bukan hukuman bagi pengolok-olok atau penghina Islam? Tapi sayang, dalam sistem sekular zaman now, hukum seperti berat sebelah. Hukum seperti tak memihak pada kami yang mayoritas ini. Banyak kasus pengolok-olok dan penghina Islam yang masih bebas tak tersentuh hukum. Kalau pun mereka dihukum paling hanya 2 tahun dan yang terlama 5 tahun. Dan tak ada jaminan setelah mereka bebas mereka tak lagi mengulangi perbuatannya.

Sekarang mungkin kamu dan teman-temanmu sesama pengolok-olok Islam dapat sedikit bernafas lega. Tapi ketika umat ini menuntut agar Islam diterapkan secara kaaffah atas negeri ini. Di mana ada seorang khalifah di tengah-tengah kami, yang akan menjadi perisai dan pelindung bagi kami. Seorang khalifah yang akan mengadili setiap pengolok-olok dan penghina Islam dengan seadil-adilnya dengan hukum Allah -Subhanu wa Ta’ala- Yang Maka Adil. Maka tunggulah! Tunggulah Jo! Saat itu lawakanmu nggak lagi lucu Jo!

Ummu Naflah
Muslimah Peduli Generasi, tinggal di Tangerang

0 Komentar