Aksi Super Damai 212 Melambungkan Posisi Tawar Umat Islam

Kamis, 01 Desember 2016 - 13:50 WIB | Dilihat : 1645
Aksi Super Damai 212 Melambungkan Posisi Tawar Umat Islam

Ketika diundang Menkopolhukam, Senin (20/11) terkait geger penistaan Surat Al Maidah 51 oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan heroisme Aksi Bela Islam 411 dan Rencana Aksi Bela Islam 212, saya tegaskan bahwa umat Islam hari ini tidak ada masalah dengan Persatuan Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada masalah, sebab itu milik kita semua. Justru akar masalahnya adalah ketidakadilan hukum dimana ada Ahok sebagai tersangka penista agama Islam kok tidak ditahan. Sambil saya tunjukkan rekaman dan stiker paranormal Permadi SH yang meminta Polri agar segera menahan Ahok.  Kata Permadi dalam video itu : “Saya dulu pernah dituduh pelaku penistaan agama, saya ditahan. Saya pribumi melanggar ditahan, Ahok non pri melanggar kok tidak ditahan ”.

Adapun Aksi 212 adalah Aksi Super Damai, Doa dan Zikir untuk keselamatan bangsa didesain jauh dari anarkisme apalagi bau-bau makar.  “Saya undang Menkopolhukam, Menteri Agama, dan para pimpinan agama-agama, Kristen, Katolik, Buda, Hindu, dan Konghucu untuk hadir mengikuti Aksi Super Damai 212.  Lihatlah sendiri bagaimana Aksi Bela Islam tersebut, jangan dari media massa, suka bias, ” tegas saya kepada para tokoh yang hadir.            
 
Oleh karena itu, sekalipun ada berbagai upaya pelarangan dan penggembosan, Aksi Bela Islam, Aksi Super Damai 212 insya Allah tetap akan digelar. Para pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) bertekad Aksi 212 tidak akan dibatalkan ditengah seruan pembatalan dan pelarangan, bahkan ancaman tindakan represif, selama Ahok tidak ditahan. Aksi Super Damai Gelar Sajadah dan Ibadah Zikir dan Doa untuk keselamatan bangsa. 
 
Hanya saja, acara yang semula akan digelar sajadah dari Semanggi sampai dengan Istana, setelah melalui diskusi dan berbagai pertimbangan  demi kemaslahatan dan keselamatan bangsa, pusat acara dimana di sana akan ditegakkan shalat Jumat digeser dari Bunderan HI ke Monas. 
 
Saya melihat ini hasil kompromi pimpinan GNPF dengan pimpinan Polri yang baik, win-win solution. Kapolri dan jajarannya tidak kehilangan muka karena larangannya atas shalat Jumat di Jalan Protokol diindahkan. Para Ulama tidak kehilangan muka karena penempatan Aksi Bela Islam 3 yang di dalamnya ada shalat Jumat di seluruh lapangan Monas akan menjadi Aksi yang sangat Monumental.  Pelaksanaan sholat Jumat yang akan menghabiskan seluruh sisi lapangan Monas, bahkan kemungkinan besar merambah ke luar Lapangan Monas seperti wilayah kiri Monas Jalan Merdeka Selatan hingga kawasan Patung Kuda bahkan bukan tidak mungkin akan meluber ke kawasan jalan Thamrin hingga Bunderan HI bahkan Semanggi. Juga akan merambah wilayah di Belakang shaf akhwat hingga seluruh jalan sebelah Stasiun Gambir hingga ke Patung Tani ke Timur hingga Kwitang dan Senen dan ke Selatan hingga memenuhi kawasan Cikini. Kalau itu terjadi sungguh ini merupakan anugerah kemenangan dari Allah SWT yang luar biasa, sesuai pesan QS. Al Maidah ayat 52.      
  
Khutbah yang insyaallah akan disampaikan KH Ma’ruf Amien dan doa Imam Jumatnya akan memberikan bobot tersendiri.  Spirit umat akan meningkat. Keyakinan akan kebesaran Alquran yang sudah terbukti nyata dalam Aksi Bela Islam 411 akan semakin mantap. Semoga kebesaran kekuatan Alquran akan terulang kembali bahkan semoga dengan izin Allah Swt akan lebih besar kekuatannya dalam Aksi 212.  Allahu Akbar! 
 
Demikian juga taushiyah-taushiyah para Ulama Besar wabil khusus taushiyah Habib Rizieq Syihab yang menjadi icon gerakan Aksi Bela Islam 1,2, dan 3, akan menjadi bekal ideologis bagi perjuangan ke depan umat Islam Indonesia dalam menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, maupun gangguan. Allahu Akbar!!!
 
Alhamdulillah! Segala puji bagi Allah Swt yang telah menakdirkan mulut Ahok dalam pidatonya di Kepulauan Seribu (27/9) dengan menghina Alquran Surat Al Maidah ayat 51. Segala puji bagi Allah Swt yang telah menggerakkan dengan cepat para netizen di medsos (7/10) memviralkan nukilan pidato penghinaan Alquran tersebut. Segala puji bagi Allah Swt yang telah menggerakkan ulama di MUI Pusat sehingga segera keluar pendapat dan sikap keagamaan MUI Pusat terhadap kasus Ahok menghina Alquran dan Ulama (12/10).  Segala puji bagi Allah Swt yang telah menggerakkan Habib Rizieq, KH. Abdul Rasyid AS, KH. Fachrurrozy  Ishaq, Ustaz Bachtiar Nasir, dll mengambil inisiatif untuk munculnya Aksi Bela Islam 1410,v411, dan 212.  Allahu Akbar!!!
 
Umat Islam akan semakin percaya diri. Umat Islam tidak disepelekan.  Umat Islam semakin memiliki daya tawar yang tinggi, bahkan melambung.  Kenapa? sebab Umat Islam bersatu di bawah komando para ulama. Para Ulama pun bersatu dan persatuan ulama hari ini telah melewati sekat-sekat kemadzhaban. Allahu Akbar!!!
 
Pesan bagi umat yang paling penting dari Aksi Bela Islam 1,2,dan 3 adalah  bahwa menurut pendapat MUI (12/10)  Surat Al Maidah ayat 51 adalah salah satu dalil Quran bagi wajibnya umat Islam memilih pemimpin muslim dan haramnya memilih pemimpin kafir, apalagi penista Al Quran! Wallahua’lam!
 
Jakarta, 1 Desember 2016
 
Sekjen FUI 
Muhammad Al Khaththath
0 Komentar