Khutbah Idul Adha 1437 H: Kita Perlu Pemimpin yang Agungkan Syiar Idul Adha dan Kurban

Minggu, 11 September 2016 - 21:25 WIB | Dilihat : 773
Khutbah Idul Adha 1437 H: Kita Perlu Pemimpin yang Agungkan Syiar Idul Adha dan Kurban Muhammad al Khaththath

Khutbah Idul Adha 1437 H: Kita Perlu Pemimpin yang Agungkan Syiar Idul Adha dan Kurban 

 
Oleh: Muhammad al Khaththath 
 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhi 
 
الله اكبر 9 مرات
الله اكبر الله اكبر لااله الاّ الله و الله اكبر الله اكبرولله الحمد.
الحمد لله وفق من شاء من عباده لفعل الخيرات، وتابع لهم مواسم الأعمال الصالحات، وحثهم على اغتنام الباقيات الصالحات، ووعدهم على ذلك وافر الأجر وجزيل الهبات، أحمده سبحانه على نعمه التي لا تعد، وأفضاله التي لا تحد.
الله أكبر، ما وقف الحجاج بعرفات، الله أكبر ما أفاض الحجاج من عرفة، وذبحوا من القربات، الله أكبر ما رفع المسلمون أيديهم بالدعوات، ولجؤوا إلى فاطر الأرض والسماوات.
وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، أعطى فأجزل، وكرم عباده، ومن عليهم وتفضل، وأشهد أن محمداً عبدالله ورسوله، وصفيه وخليله، أخشى الناس لربه، وأزكاهم في سره وجهره، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه والتابعين لهم بإحسان إلى الدين وسلم تسليماً كثيراً، أما بعد:
عباد الله: إن يومكم هذا يوم الحج الأكبر، وهو عيد الأضحى والنحر، يقضي الحجاج فيه كثيراً من مناسك الحج، يرمون الجمرة، وينحرون الهدي، ويحلقون رؤوسهم، ويطوفون بالبيت، ويسعون بين الصفا والمروة، فلذلك سمي يوم الحج الأكبر، ويذبح الناس فيه ضحاياهم تقرباً إلى الله سبحانه، وما عمل ابن آدم في هذا اليوم عملاً أحب إلى الله من إهراق الدم ، وهي سنة الخليلين إبراهيم ومحمد - عليهما الصلاة والسلام - فطيبوا بها نفساً.
واعلموا أن الأضحية أفضل من الصدقة بثمنها، لما فيها من إحياء السنة، والأجر العظيم، وموافقة ما يحبه الله سبحانه.
 
Kaum muslimin rahimakumullah, 
 
Pada hari ini 10 Dzulhijjah 1437H kaum muslimin di seluruh dunia sedang merayakan hari raya Idul Adha mengiringi ibadah haji, puncak ibadah dalam syariat Islam setelah jihad fi sabilillah.  Pada hari ini  lebih dari dua juta jamaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Mina untuk melempar jumrah, setelah kemarin melaksanakan wukuf di Arafah, dan bermalam di Muzdalifah, dalam rangka melaksanakan rangkaian manasik haji. Para jamaah haji mengenakan pakaian ihram yang sama, dan melakukan ucapan dan tindakan ibadah dalam manasik yang sama, mengucapkan kalimat talbiyah yang sama.  Semua itu adalah dalam rangka memenuhi kewajiban yang Allah fardlukan kepada seluruh umat Islam yang mampu, sebagaimana firman-Nya: 
 
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا 

…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah….(QS. Ali Imran 97).
 
الله اكبر لااله الاّ الله و الله اكبر الله اكبرولله الحمد.
 
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Hari ini disebut yaumun nahar (hari berkurban) sebab para jamaah haji menyembelih hewan-hewan kurban mereka.   Mereka diminta menyembelih kurban sebagai satu syi’ar bagi umat Islam, sebagai hamba Allah, dengan menyebut asma Allah ketika menyembelih hewan kurban.  Allah SWT berfirman tentang kedatangan para jamaah haji di tanah haram: 
 
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِير
 
Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al Hajj 28).
 
Demikian juga kita dan umat Islam di seluruh penjuru dunia, yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, semua melaksanakan sholat Iedul Adha, dan setelah sholat kita diperintah untuk menyembelih hewan kurban sebagai salah satu syi’ar agama Allah.  Allah SWT berfirman: 
 
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
 
Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah” (QS. Al Kautsar) 
 
Allahu Akbar 3x walillahil hamd
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Ibadah Haji adalah satu kesatuan dengan ibadah kurban dan sholat Iedul Adha yang merupakan hari raya umat Islam. Pelaksanaan ketiganya yang merupakan satu kesatuan dalam ibadah kepada Allah SWT adalah syiar, kekuatan, dan dakwah umat Islam.   
 
Syi'ar-syi'ar Allah adalah : tanda-tanda atau tempat beribadah kepada Allah.  As Shabuniy dalam Shafwatut Tafaasiir menerangkan makna kalimat Sya’aira adalah semua urusan agama yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah seperti thawaf (berjalan berputar mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali), sa’i (berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafwa dengan bukit Marwah), adzan (panggilan untuk sholat jama’ah), dan lain-lain.    
 
Syia’ar-syi’ar Allah dalam ibadah haji adalah seluruh prosesi dalam manasik haji, baik itu dimulai dengan mengenakan pakaian ihram dan berjalan dari miqat, bermalam di Mina pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), wukuf di padang Arafah (9 Dzulhijjah), bermalam di Muzdalifah (malam 10 Dzul Hijjah), lalu melempar Jumrah sebagai simbolisasi melempar syetan di Mina (10, 11, 12 Dzulhijjah), melaksanakan tahalul (dengan memotong/mencukur rambut), serta thawaf wada’ sebagai perpisahan.   Termasuk di antara syiar haji adalah menyebut-nyebut asma Allah SWT dalam  menyembelih korban serta memakannya dan membaginya kepada fakir miskin sebagaimana firman Allah SWT (QS. Al Hajj 28).  Bahkan secara khusus Allah SWT menyatakan bahwa “Al Budna” , yakni hewan kurban baik onta, sapi, atau kambing/domba adalah termasuk syiar agama Allah SWT sebagaimana firman-Nya: 
 
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
 
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam Keadaan berdiri (dan telah terikat). kemudian apabila telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang meminta maupun orang yang tidak meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS. Al Hajj 36)
 
Apalagi syiar-syiar haji itu diperkuat dengan Iedul Adha, atau hari raya Kembali Berkurban yang dirayakan oleh umat Islam sedunia.  Sehingga gaungnya mendunia.   Dengan demikian Syiar Ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima adalah sebuah momentum bersatunya kekuatan umat Islam (soft power) yang terbesar setelah ibadah jihad fi sabilillah (hard power). 
 
Allah SWT memuji pengagungan syiar-syiar Allah dalam firman-Nya: 
 
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
 
Demikianlah dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al Hajj 32).
 
Allahu Akbar 3x walillahil hamd
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Kurban atau nusuk sebagai sebuah peribadatan yang paling diunggulkan pada hari raya Idul Adha.  Idul Adha sendiri maknanya adalah, kembali berkurban, yakni menyembelih kambing, sapi, atau onta, dengan syarat-syarat tertentu setelah melaksanakan sholat sunnah Idul Adha.  Diriwayatkan dari 'Aisyah Ra. ia berkata, bahwa Nabi SAW bersabda:
 
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا ، وَأَشْعَارِهَا ، وَأَظْلاَفِهَا . وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا .
 
"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan pahala qurban itu." (HR. Tirmidzi, no: 1413)
 
Siapapun muslim yang  mempunyai kelapangan rizqi pada hari tersebut, tetapi enggan berkurban maka Rasulullah mengancamnya supaya jangan mendekati musholla Rasulullah SAW.  Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
 
مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا .
 
"Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berqurban, tapi ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia dekat-dekat di musholla (tempat shalat) kami." (HR. Ahmad, no: 7924, Ibnu Majah, no: 3114). 
 
Kaum muslimin rahimakumullah, 
 
Rasulullah Saw. memberikan contoh praktis beliau menyembelih sendiri domba kurban setelah turun dari mimbar khutbah di musholla sholat Ied seraya berdzikir:  
 
« بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى ». 
 
Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ini kurban dariku dan dari umatku yang tidak menyembelih kurban” (HR. Abu Dawud).
 
Musholla atau tempat sholat yang dimaksud dalam hadits Nabi saw. tersebut adalah lapangan yang khusus dipergunakan hanya untuk sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha.  Karena setiap harinya Nabi saw. adalah sholat berjamaah lima waktu di masjid beliau saw.  Di lapangan tempat sholat (musholla) inilah Nabi saw. memerintahkan seluruh kaum muslimin, tua muda, pria dan wanita agar hadir mengikuti sholat atau bahkan sekedar mendengarkan khutbah dan dakwah Islam.  Diriwayatkan bahwa para wanita yang sedang haid pun diperintahkan oleh Rasulullah saw. untuk hadir di lapangan.  Juga Rasulullah saw. memerintahkan para wanita meminjamkan jilbab mereka kepada saudaranya yang tidak punya jilbab agar mereka bisa hadir.  Rasulullah saw. pun memerintahkan agar umat Islam mengambil jalan yang berbeda antara datang ke tempat sholat dengan pulangnya seraya mengumandangkan takbir untuk membesarkan dan mengagungkan syiar hari raya.  Bahkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid itu diminta untuk terus dikumandangkan selama empat hari sampai akhir hari tasyriq pada tanggal 13 Dzulhijjah.  Demikian juga menyembelih kurban dengan mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar!” dan memakan dagingnya bersama keluarga dan sahabat serta membagikan kepada fakir miskin pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah adalah  syiar dan kegembiraan untuk mengagungkan asma Allah yang sangat bernilai bagi persatuan dan kesatuan umat serta dakwah Islam.  
 
Allahu Akbar 3x walillahil hamd
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Larangan Rasulullah Saw. kepada orang yang tak mau berkurban padahal dia mampu  berkorban untuk mendekati musolla Nabi Saw. maknanya adalah dia tidak diakui sebagai bagian dari jamaah kaum muslimin, umat Nabi Muhammad Saw.  Bayangkan jika larangan itu ternyata berlaku pada hari kiamat di padang mahsyar nanti!  Oleh karena itu, pesiapkanlah diri kita dengan menabung maupun giat berusaha agar kita senantiasa bisa berkorban dan kembali menyembelih kurban tiap tanggal 10-13 Dzul Hijjah untuk membesarkan syiar Allah sebagai umat Islam, umat Nabi Muhammad Saw., dengan ketaqwaan untuk mencari ridlo Allah SWT.  
 
Allahu Akbar 3x walillahil hamd
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Terkait dengan syiar ibadah qurban ini kita sangat prihatin dengan adanya instruksi Gubernur yang mengarahkan penyembelihan hewan kurban di RPH, bahkan tahun lalu dengan over acting memerintahkan satpol PP untuk mengusir para pedagang hewan Qurban disepanjang Jalan KH Mas Mansyur Tanah Abang yang sudah mentradisi sejak berabad-abad yang lalu umat Islam berjual beli hewan Qurban di situ.  Instruksi tersebut sangat bertentangan dengan syariat dan syiar penyembelihan kurban.  Karenanya tak perlu dihiraukan.   Tahun ini pun yang bersangkutan menegaskan larangan itu bahkan secara ngawur mengeluarkan komentar : “Kurban darahnya tak boleh menyentuh tanah!”, jelas ini Gubernur jahil yang tidak punya hati dan pikiran seperti warga Jakarta yang mayoritas muslim.  
 
Sudah saatnya umat Islam Jakarta melakukan konsolidasi untuk memilih Gubernur yang yang bersikap rasional dan menyesuaikan diri dengan hati dan pikiran mayoritas warga Jakarta yang menghormati dan mengagungkan Hari Raya Iedul Adha dan Ibadah Kurban, tentunya adalah seorang Gubenur Muslim yang beriman dan bertqwa kepada Allah SWT.  
 
Sebab, kalau Gubernur itu orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT maka dia justru akan membesarkan syiar qurban.  Dia akan  membuka lapangan Monas untuk Sholat Idul Adha dan sebagian sisinya untuk penjualan dan penyembelihan hewan Qurban sebagai syiar terbesar Agama Allah SWT di hari raya Iedul Adha ini.
 
Dia akan persilakan Presiden RI untuk menjadi imam dan Khotib Sholat Iedul Adha.  Dia akan menyembelih kurban dengan kurban terbaik sebagaimana  Sayyidina Umar menyembelih Onta Najibah miliknya yang sangat tinggi harganya yakni 300 Dinar, atau sekitar Rp 750 Juta Rupiah sesuai perintah Rasulullah Saw.  Atau dia akan berkorban dengan banyak hewan kurban serta mendorong kaum muslim yang kaya untuk berkorban di Monas sebanyak-banyaknya agar bisa dinikmati bersama umat Islam, khususnya kaum dhuafa yang tentu akan sangat bahagia di masa krisis ekonomi ini.  Rasulullah Saw. menyembelih 100 ekor onta pada saat pergi haji. Kita rindu pemimpin dan penguasa yang beriman dan bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa sehingga dia benar-benar ikhlas mengagungkan syiar-syiar agama Allah SWT untuk mencari keridloan-Nya sebagaimana: 
 
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
 
Demikianlah dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al Hajj 32).
 
Allahu Akbar 3x walillahil hamd  
 
Akhirnya marilah kita tundukkan diri kita kepada Allah SWT dengan khusyu dan ikhlas memohon kepada-Nya agar Dia SWT berkenan mempersatukan hati umat Islam di Jakarta, baik para pemimpinnya maupun para pengikutnya, para ulamanya maupun para santrinya, para cendekiawan maupun orang awamnya, orang kaya maupun duafanya, kaum tua maupun kaum mudanya, kaum lelaki maupun kaum perempuannya, semuanya bersatu dalam kalimat Tauhid “Laailaha Illallah Muhammadur Rasulullah Saw” dan bergotong-royong saling bahu-membahu untuk mengusung Calon Gubernur Muslim Jakarta (GMJ) dan berjuang keras untuk memenangkannya agar berhasil terpilih sebagai Gubernur DKI secara Definitif dalam Pilgub DKI 2017.  Terpilihnya Gubernur Muslim Jakarta (GMJ) yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, yang mengagungkan syiar Allah SWT, yang melindungi dan menjamin kemaslahatan umat Islam niscaya akan menghapus segala duka dan kegalauan umat beberapa tahun terakhir ini. 
 
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ 
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا 
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّاب
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ 
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه و سلم والحمد لله رب العالمين
الله اكبر لااله الاّ الله و الله اكبر الله اكبر ولله الحمد.
 
0 Komentar