Konvensi Gubernur Muslim Hadang Ahok

Rabu, 24 Februari 2016 - 17:11 WIB | Dilihat : 8841
 Konvensi Gubernur Muslim Hadang Ahok Ilustrasi


KH Muhammad Al Khaththath
Sekjen Forum Umat Islam (FUI)
 
 
“Ustaz,  Kita harus siapkan satu saja Calon Gubernur Muslim untuk head to head melawan Ahok!” ujar seorang kyai petinggi MUI DKI Jakarta  melalui ponsel beliau kepada saya sebagai Kepala Badan Pekerja Harian Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk memenangkan Gubernur Muslim dalam Pilgub DKI 2017.  
 
Alhamdulillah, tampaknya semua pihak di Jakarta sepakat  untuk satu Calon Gubernur Muslim agar bisa mengalahkan Ahok dalam Pilgub 2017 nanti. Ini bisa kita dengar dalam berbagai pembicaraan antar aktivis, kyai, pengurus organisasi Islam,  dalam forum-forum rapat maupun pengajian. Juga bisa kita baca dalam berbagai grup-grup WA dan media sosial kalangan pengurus masjid dan alumni lembaga dakwah kampus.    
 
Keinginan yang sama, namun masih banyak yang belum menemukan bagaimana  cara tepat untuk menghasilkan hal itu. Apalagi sudah beredar banyak nama yang masuk bursa calon Gubernur Muslim untuk Jakarta seperti Mantan Menpora Adhyaksa, Ekonom Ichsanudin Noorsy, Mantan Mensesneg  Yusril Ihza Mahendra, Pengusaha Sandiaga Uno, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Mantan Walikota Depok Nurmahmudi Ismail, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, bahkan ada calon muslimah seperti Tri Rismaharini yang baru terpilih kembali sebagai Walikota Surabaya.    
 
Tak heran kalau banyak kalangan Islam tambah galau, sangat khawatir Ahok menang lagi.  Apalagi propaganda “Ahok tak mungkin dikalahkan” begitu gencar melalui berbagai saluran.    
 
Untuk menghilangkan kegalauan itu, perlu satu mekanisme elegan untuk menyatukan semua Calon Gubernur Muslim maju bersama dalam pilgub  dan menang.  Mekanisme itu adalah konvensi. Konvensi Calon Gubernur Muslim mengundang semua Calon Gubernur Muslim untuk memberikan komitmen bersama untuk maju bersama dan menang dalam pilgub dengan mengusung Satu Calon Gubernur Muslim yang paling unggul dalam konvensi.   
 
Keunggulan itu bisa dilihat dari visi misi dan kecakapan masing-masing Calon Gubernur Muslim  sebagai kesiapan yang bersangkutan memimpin rakyat  Jakarta menuju Jakarta Berkah, Bersih, dan Beradab.   Disamping itu, keunggulan dalam hal popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas semua Calon Gubernur Muslim  dilihat dari hasil polling pendapat masyarakat dari tiap-tiap kelurahan di Jakarta yang akan dijaring melalui Posko Rakyat Untuk Gubernur Muslim Jakarta (Posko Rakyat GMJ.   
 
Hasil konvensi inilah yang akan dideklarasikan sebagai Calon Gubernur Muslim  pilihan rakyat Jakarta yang diusung oleh para ulama, habaib, dan tokoh umat Islam yang tergabung dalam Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah beserta seluruh jajaran dan pendukungnya yang akan didaftarkan ke KPUD untuk bertarung dalam Pilgub DKI 2017 “head to head” melawan Ahok.  Selanjutnya seluruh ulama yang tergabung dalam Majelis TInggi Jakarta Bersyariah beserta para pengikutnya  dan para Relawan Gubernur Muslim Jakarta  melakukan kampanye besar-besaran sehingga nama  Gubernur Muslim hasil konvensi benar-benar berada di hati rakyat Jakarta.   
 
Diperkirakan akhir Februari akan dibuka  pendaftaran peserta Konvensi Calon Gubernur Muslim Jakarta oleh Dewan Pemilih dari Majelis Tinggi Jakarta bersyariah. Siapapun  yang mendaftar tentunya harus lolos seleksi administrasi dan rekam jejak.  Siapapun nama yang lolos seleksi awal tersebut akan dimintai komitmen untuk berjuang bersama mengusung satu gubernur Muslim untuk head to head dengan Ahok.  Seluruh peserta konvensi yang sudah siap dengan komitmen Satu Cagub Kalahkan Ahok akan disosialisasikan kepada rakyat Jakarta melalui Posko-posko  Rakyat GMJ.  Tim Sukses  masing-masing peserta konvensi juga diberi kesempatan untuk membawa calonnya  blusukan ke rakyat  berkoordinasi dengan Posko Rakyat GMJ. Pada rentang waktu yang sama para peserta Konvensi diminta memaparkan visi misi dan program kerjanya untuk menjadi Gubernur di DKI Jakarta. Dilakukan uji kepatutan (fit and proper test) oleh Dewan Pemilih dan Majelis Tinggi serta pakar-pakar yang diundang.      
 
Setelah itu dilakukan polling pendapat rakyat Jakarta atas popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas mereka. Hasil polling pendapat menjadi pertimbangan penting untuk Musyawarah Dewan Pemilih dan Majelis Tinggi guna menentukan siapa yang paling afdhol di antara tiga nama yang menempati urutan teratas dari hasil polling pendapat tersebut. Mudah-mudahan pertengahan bulan Mei sudah bisa diumumkan hasil konvensi Calon Gubernur Muslim  yang disiapkan head to head melawan Ahok dalam Pilgub DKI 2017.      
 
Siapapun kita di Jakarta bahkan di seluruh negeri ini wajib memberikan apresiasi kepada Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah yang telah mengawali usaha-usaha politik kerakyatan demi menjaga marwah Islam dan umat Islam di negeri ini. Dan siapapun wajib memberikan dukungan nyata bagi perjuangan yang sistematis untuk menjadikan Gubernur Muslim menjadi Gubernur DKI Jakarta dalam Pilgub 2017 baik dengan memberikan dukungan suara, tanda tangan dan copy KTP, ide dan tenaga, informasi dan data, dana  dan natura, bahkan doa dan restu bagi para pejuang  dan relawan yang telah bekerja keras, cerdas, dan semoga ikhlas lillahi ta’ala. Akhirnya, hanya pertolongan Allah yang kita semua harapkan untuk memenangkan Pilgub DKI mengalahkan Ahok dan siapapun yang satu barusan dengannya. Wallahu ghalibun ala amrih.. 
 
0 Komentar