Ibu Rumah Tangga Pemburu Surga

Jumat, 20 September 2013 - 22:46 WIB | Dilihat : 23013
Ibu Rumah Tangga Pemburu Surga Bersama tiga anaknnya seorang ibu berjualan keliling. (foto: wordpress)

Banyak yang beranggapan profesi sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan sepele yang tidak ada istimewanya. Dibanding para wanita karir yang pergi pagi pulang sore (kadang malam) untuk bekerja di kantoran, ibu rumah tangga acap kali dinilai beberapa level di bawahnya. Ironisnya, masih banyak di antara ibu rumah tangga itu sendiri yang ketika ditanya apa aktivitasnya, maka dengan malu-malu ia berujar, “Cuma ibu rumah tangga.”.

Padahal, ibu rumah tangga adalah seorang ratu. Ia menjadi pemimpin di rumah suaminya. Dan hal tersebut merupakan pekerjaan dan karir terberat dibanding segala profesi yang ada. Balasannya pun tidak main-main, yaitu sesuatu yang lebih baik dari dunia dan segala isinya, ialah surga.

Rasulullah saw bersabda,

“Dunia ini adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita shalihah –wanita yang baik dalam agamanya, rumah tangganya, serta pergaulannya.” (HR. Muslim)

“Sebaik-baik wanita ialah, jika kau pandang ia menyenangkan-mu, jika kau perintah ia menaatimu, jika kau tinggalkan ia menjaga-mu dalam hal harta dan menjaga dirinya.” (HR. An Nasa’i)

“Wanita itu pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Betapa hebat bukan seorang ibu rumah tangga. Tak perlu susah payah meniti jenjang karir, tak juga perlu berjuang keras untuk meraih promosi jabatan dalam perusahaan. Di rumah suaminya, ia langsung menjadi seorang pemimpin yang jika ia berlaku amanah, maka reward-nya adalah surga.

Untuk meraih surga tersebut, ibu rumah tangga tidak perlu pergi jauh-jauh, cukup berlaku istiqomah dalam melakukan hal-hal sebagai berikut:

Semua Bermula dari Niat

Rasulullah saw bersabda,

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Oleh karena itu, niatkanlah segala aktivitas kebaikan di dalam rumah dalam rangka ibadah kepada Allah. Agar segalanya tidak menjadi sia-sia. Yang paling utama, jangan lupa untuk mengawali dengan Basmallah setiap aktivitas kita.

Membersihkan dan Merawat Rumah

Rumah merupakan tempat menciptakan ketenangan, cinta, dan keimanan. Tempat seseorang bertemu dengan belahan jiwanya, juga dengan cahaya-cahaya matanya. Sehingga rumah penting untuk dibersihkan dan ditata rapi agar terlihat indah.

Rumah yang bersih dan rapi niatkanlah untuk dijadikan taman bagi seluruh anggota keluarga, tempat hati menemukan rasa nyaman yang meningkatkan semangat untuk melakukan amal shalih.

Tak sekedar kebersihan rumah yang perlu diperhatikan, tapi juga segala yang berkaitan dengan rumah serta penghuninya, termasuk pakaian suami dan anak-anak.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu dari Rasulullah saw,

“Jika seorang istri mencuci pakaian suaminya maka Allah akan mencatatnya memperoleh seribu pahala, mengampuni seribu dosa, mengangkat derajatnya seribu tingkatan, dan akan dimintakan ampun oleh segala sesuatu yang terkena sinar matahari.”

Berhias untuk Suami

Adalah dianggap lumrah oleh sebagian besar para istri, jika di rumah berpenampilan bukan lagi apa adanya, tapi sudah pada taraf di bawah standar adanya. Baju kucel, wajah mengkilat karena berminyak, bahkan terkadang bau. Sementara jika keluar rumah, justru sebaliknya, berhiasnya pun bisa memakan waktu berjam-jam untuk memperlihatkan kecantikannya kepada orang lain yang bukan mahram.

Padahal selain hal tersebut masuk dalam kategori tabarruj yang diharamkan oleh Islam, Rasulullah saw pun bersabda,

“Tiap-tiap wanita yang menggunakan harum-haruman, kemudian keluar melewati sekelompok kaum supaya dicium baunya oleh kaum itu maka dia telah berzina dan setiap mata yang memandangnya telah ikut berzina.” (HR. Ahmad, At-Thabrani, Al-Baihaqi, dan Al Hakim)

Oleh karena itu, niatkanlah berhias untuk suami agar suami cenderung kepada istri, yang mana hal tersebut merupakan sarana menggapai rida Allah SWT.

Menuntut Ilmu

Jika urusan fisik selesai, jangan merasa cukup. Sebagai seorang istri, terlebih ibu, wanita adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, kita tidak boleh lalai dalam meningkatkan keilmuan kita, lebih-lebih dalam urusan ilmu agama.

Selain sebagai madrasah bagi anak-anak, seorang istri juga dituntut untuk mampu menjadi partner bagi sang suami dalam berdiskusi maupun memecahkan suatu problematika hidup yang tentu harus dilandasi dengan iman dan juga ilmu.

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda,

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (Shahih, Shahihul Jaami’ no.793)

Dari rumah, ilmu bisa diperoleh dari berbagai jalan. Mulai dari membaca buku, mendengarkan ceramah dan tausiyah dari siaran radio dan televisi, hingga browsing di internet.

Mendidik Anak Menjadi Generasi yang Sholeh

Yang pertama dan paling utama adalah menanamkan aqidah yang kuat pada diri anak-anak.  Mengajarkan anak tentang konsep tauhid harus dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan.

Orang tua hendaknya senantiasa memperkenalkan Allah dengan bahasa-bahasa Al Qur’an. Dan ketika anak sudah mampu bicara, latihlah dengan mengucap Bismillah (ketika hendak melakukan suatu kebaikan; makan, minum, dll), Alhamdulillah (ketika mendapatkan nikmat dari Allah; setelah makan, ketika memperoleh sesuatu, dll), Subhanallah (ketika melihat keindahan ciptaan Allah), Astaghfirullah (ketika berbuat salah), insya Allah (ketika hendak berjanji), dan lain-lain.

Yang berikutnya adalah melatih anak-anak mengerjakan shalat. Sebab, begitu pentingnya shalat sebagai jalan manusia untuk tunduk kepada Allah, sampai-sampai Nabi Ibrahim memohon agar dirinya dan keturunannya dijadikan orang-orang yang tetap menegakkan shalat.

Kemudian yang tak kalah penting adalah mengajarkan Al Qur’an. Rasulullah saw bersabda,

“Adakanlah janji dengan Al Qur’an ini. Demi yang memegang jiwa Muhammad, Al Qur’an ini lebih cepat hilang (dari dada seseorang) daripada seekor unta dari tambatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, mengajarkan hukum halal-haram juga tak kalah penting. Sama pentingnya dengan mengajarkan akhlaq mulia sebagaimana sabda Rasulullah saw,

“Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah akhlaq mereka.” (HR. Ibnu Majah)

Menjaga Kualitas Ruhiyah

Menjadi seorang super mom sangat perlu menjaga kekuatan ruhiyah, diantaranya adalah dengan membiasakan diri membaca Al Qur’an.
Rasulullah saw bersabda,

“Sesungguhnya orang yang di dalam rongganya tiada melekat sesuatu ayat Al Qur’an maka ia laksana rumah bobrok.” (HR. Tirmidzi)

Selain itu, melaksanakan amalan sunnah secara kontinyu juga memberikan pengaruh yang signifikan pada kekuatan ruhiyah seseorang. Diantaranya adalah, menjalanka shalat tahajud di sepertiga malam terakhir, menjalankan shaum sunnah, serta memperbanyak dzikir dan tilawah.

Lakukan Sekarang

Kita bukan ibu rumah tangga biasa. Tapi kita luar biasa. Sebab pada dasarnya, seorang wanita yang mengabdikan dirinya untuk menjadi pendamping setia perjuangan suami serta mendidik anak-anaknya agar tumbuh menjadi generasi yang sholeh, adalah sebuah pekerjaan yang prestisius. Itulah wanita hebat. Muslimah sejati yang luar biasa.

Oleh karena itu, jangan ditunda, tingkatkan kembali amalan-amalan surga yang dapat kita raih dari rumah seperti tersebut di atas. Tak usah malu ‘ hanya’ menjadi ibu rumah tangga. Sebab, kita adalah para ibu rumah tangga pemburu surga. Insya Allah.

 

Ummu Haniyya / dari berbagai sumber

0 Komentar