Pernikahan Mulai Terasa Hambar, Segera Lakukan Ini

Selasa, 12 Januari 2016 - 01:05 WIB | Dilihat : 7012
 Pernikahan Mulai Terasa Hambar, Segera Lakukan Ini Ilustrasi: Pasangan Suami Istri

SI Online - Sungguh tak dapat dipungkiri, pernikahan yang sudah berlangsung lama pada titik tertentu berisiko menjadi hambar. Meski antara satu pasangan dan pasangan yang lain berbeda, namun biasanya hal itu terjadi ketika pernikahan menginjak usia 8 - 9 tahun. 

Banyak faktor yang menjadi penyebab hambarnya sebuah pernikahan. Namun, hidup yang terasa monoton, masing-masing sibuk bekerja, serta tidak adanya komunikasi, adalah sebagian diantara banyak sebab yang bisa memengaruhi sebuah pernikahan hingga tidak seromantis di awal.

Ada beberapa penyebab yang berisiko membuat hubungan pernikahan mulai membosankan, diantaranya:

Usia Pernikahan

Disadari atau tidak, usia pernikahan dapat memengaruhi pola hubungan suami-istri. Sebagaimana disebutkan di awal, semakin lama usia pernikahan yang dijalani dengan hal yang monoton dan kurangnya komunikasi, dapat menjadi penyebab hambarnya hubungan suami istri.

Terlalu Tergantung

Penting dipahami, pernikahan sebaiknya tak terlalu menciptakan rasa ketergantungan yang tinggi. Sebagai contoh, yang sangat sepele saja, istri tak berani atau tak terbiasa pergi sendiri tanpa didampingi suami. Seorang istri perlu tetap mandiri meski sudah menikah. Pasalnya, jika terbiasa berdua-duaan ke mana pun, riskan juga membuat bosan kan? 

Tapi hal ini juga tetap melihat situasi dan kondisi. Jika sudah bepergian dengan jarak tertentu yang harus ditemani mahram, justru seorang istri malah tidak boleh bepergian sendiri.

Hubungan Suami Istri

Faktor hubungan suami istri memegang peranan penting dalam kehidupan berrumah tangga. Munculkan selalu chemistry dengan pasangan, karena pernikahan itu untuk selamanya.

Nah, lalu bagaimana jika hubungan pernikahan sudah terlanjur terasa hambar? Jangan khawatir, mulai sekarang coba lakukan beberapa hal di bawah ini:

Menetapkan Satu Hari untuk Kencan

Kencan bersama pacar, sudah pasti haram hukumnya. Tapi jika kencan diartikan sebagai momen yang hanya dilakukan berdua, tentu saja jika melakukannya bersama istri atau suami justru akan berbuah pahala.

Ya, aktivitas yang sama setiap hari tentu dapat menumbuhkan rasa jenuh antar suami istri. Cobalah tetapkan satu hari untuk berdua saja dengan pasangan. Tak harus pergi menonton film atau ke pantai yang eksotis, mengurus taman di depan rumah berdua, atau hal lain yang jarang dilakukan, itu saja sudah cukup. Pada hari itu, fokus hanya pada pasangan agar hubungan kembali romantis. 

Berlibur Bersama

Saat rasa bosan datang, untuk meminimalisir kejenuhan itu, cobalah merencanakan waktu liburan ke tempat yang sama sekali tidak ada di pikiran. Misalnya, bertualang ke kawasan Gunung Bromo, atau merasakan hawa sejuk Dataran Tinggi Dieng. Gunakan waktu liburan itu untuk selalu bermesraan dengan pasangan, yang akhirnya bisa membuat masing-masing pihak merasa percaya diri dan dicintai

Cara ini selalu menyenangkan untuk mencairkan suasana. Jangan sampai musim dingin membuat pernikahan makin beku. Berlibur dapat memberi kehangatan satu sama lain. Di tempat yang dikunjungi pun biasanya akan menginspirasi dalam merencanakan masa depan hubungan yang lebih baik.

Memiliki Hobi Bersama

Dari sekian banyak aktivitas, pasti ada hal yang sama diminati satu sama lain.  Misalnya wisata kuliner atau olahraga tertentu. 

Hobi yang dilakukan bersama-sama akan membuat suami istri lupa akan hal-hal yang membosankan, sekaligus memberikan perasaan rileks. Apalagi jika hobi itu tergategori hal yang mudah dan murah dilakukan, pasti Anda berdua akan semakin sering dan bersemangat menjalankannya.

Upayakan hal-hal tersebut sekarang, jangan tunda lagi. Namun penting diingat, selain hal-hal di atas, ada satu yang paling penting harus selalu dilakukan, yakni berdoa, memohon kepada Allah Swt. 

Tetap berusaha dan terus berdoa, karena Allah adalah penggenggam jiwa dan Yang Maha Membolak-balikkan hati manusia, tak terkecuali hati kita dan pasangan.  Semoga tak akan ada lagi kebosanan, agar pernikahan yang berjalan satu, lima, bahkan berpuluh tahun yang akan datang tak sekedar sakinah, mawwadah, warahmah, namun juga menuai berkah di setiap detik yang dilalui.

(Haifa HR)

 
0 Komentar