Psikolog: Mendidik Anak Harus dengan Cinta

01 Mei 19:51 | Dilihat : 1496
 Psikolog: Mendidik Anak Harus dengan Cinta Psikolog dari Yayasan Ibu dan Buah Hati Wulansari, S.Psi dalam acara Parenting yang diselenggarakan Lembaga Bengkel Hati yang bekerjasama dengan DKM An-Nabawi Kompleks Banjar Wijaya, Kota Tangerang, Banten, Senin (01/5/2017).

Tangerang, Banten (SI Online) - Anak adalah titipan dari Allah Swt. Dalam mendidik anak diperlukan cinta dan perhatian khusus agar anak menjadi anak yang saleh dan salehah.

Psikolog dari Yayasan Ibu dan Buah Hati Wulansari, S.Psi mengatakan, mendidik anak haruslah dengan cinta yang benar, bukan cinta yang salah.

"Cinta yang benar dan bukan cinta yang salah. Cinta dalam mendidik anak. Anak adalah amanah dan anak adalah ujian. Karena anak menguras harta kita, menguras energi, memguras emosi kita. Itu karakter anak. Anak harus melewati edukasinya," kata Wulansari dalam acara Parenting yang diselenggarakan Lembaga Bengkel Hati yang bekerjasama dengan DKM An-Nabawi Kompleks Banjar Wijaya, Kota Tangerang, Banten, Senin (01/5/2017).

Dikatakan psikolog yang sering mengisi di sebuah stasiun televisi dan radio nasional ini menuturkan anak adalah anugerah dari Allah dan menyenangkan. Anak juga bisa menjadi pusat hiburan orang tua dan anak berkarakter unik.

"Anak adalah anugerah. Menyenangkan. Bisa menjadi pusat hiburan. Anak adalah unik," jelasnya.

Posisi orang tua, terang Bunda Wulansari, adalah sangat mulia. Orang tua harus ikhlas dalam mendidik anak dengan cinta.

"Didiklah anak dengan cinta. Cinta itu kasih sayang. Cinta itu kejujuran, kebenaran. Cinta itu tulus. Cinta itu memberi perhatian dan peduli," imbuhnya.

Diterangkannya,  cinta itu menerima dan saling menghargai. Cinta itu membimbing dan cinta itu memberi pujian/hadiah. Cinta itu, ujarnya, memberi contoh baik/keteladanan, memberi batasan/aturan. 

"Cinta itu memberikan konsekuensi. Cinta itu memaafkan dan cinta itu mendoakan," tuturnya.

Penting juga, ungkap Bunda Wulansari, aturan bagi anak. Aturan adalah kebutuhan anak bukan membelenggu anak. Karena itu, anak membutuhkan batasan dan bila menyimpang. 

"Dengan aturan manusia selamat. Anak harus menerima konsukwensinya karena aturannya," tegasnya.

Selain itu, orang tua harus memberikan pujian kepada anak-anaknya. "Orangtua harus memberi pujian. Pemberian pujian tepat pada tempat dan waktunya akan membawa pengaruh besar dalam jiwa anak," ungkapnya. 

red: shodiq ramadhan

0 Komentar