The Power of Al Quran

Selasa, 20 September 2016 - 20:11 WIB | Dilihat : 1451
The Power of Al Quran Ilustrasi, Mushaf Al-Qur'an


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِي
 

Kekuatan Al Quran? Ya apa maksudnya?

Al Quran adalah kitabullah, sebagaimana kitab-kita Allah yang lain yang diturunkan kepada para Nabi a.s.  yang lain, seperti Taurat, Injil, dan Zabur.  Segala sesuatu ciptaan Allah yang ada pasti punya kekuatan, besi, batu, air, bahkan angin sekalipun punya kekuatan yang dahsyat.   Apalagi kitabullah, yang merupakan firman Allah SWT, pasti punya kekuatan.  Apa kekuatan kitabullah?  

Dalam Al Quran Allah SWT berfirman kepada Nabi Yahya a.s.:
يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ

12. Hai Yahya, ambillah[899] Al kitab (Taurat) itu dengan kekuatan (sungguh-sungguh). dan Kami berikan kepadanya hikmah[900] selagi ia masih kanak-kanak,
[899] Maksudnya: pelajarilah Taurat itu, amalkan isinya, dan sampaikan kepada umatmu.
[900] Maksudnya: kenabian. atau pemahaman Taurat dan pendalaman agama.

Dalam tafsir Jalalain dikatakan:
"يَا يَحْيَى خُذْ الْكِتَاب" أَيْ : التَّوْرَاة "بِقُوَّةٍ" بِجِدٍّ
Biquwwatin  diartikan bijiddin yang artinya dengan kesungguhan.   

Dalam Tafsir Ibn Abbas diartikan:
تنوير المقباس - (1 / 319)
{ خُذِ الكتاب } اعمل بما في الكتاب التوراة { بِقُوَّةٍ } بجد ومواظبة النفس
Beramallah dengan apa yang ada dalam kitab Taurat itu dengan kesungguhan dan disiplin diri.

Dalam Tafsir Ibn Katsir diterangkan:
تفسير ابن كثير / دار طيبة - (5 / 216)
فقال: { يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ } أي: تعلم الكتاب { بِقُوَّةٍ } أي: بجد وحرص واجتهاد

Allah berfirman: Hai yahya, ambillah kitab Taurat dengan kekuatan artinya dengan mempelajari kitab itu, juga diartikan dengan kekuatan adalah dengan kesungguhan, penuh semangat, dan mengerahkan segenap potensi pemikiran.

Dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran dikatakan:
فى ظلال القرآن ـ موافقا للمطبوع - (4 / 2304)
«يا يَحْيى خُذِ الْكِتابَ بِقُوَّةٍ» .. والكتاب هو التوراة كتاب بني إسرائيل من بعد موسى ، وعليه كان يقوم أنبياؤهم يعلمون به ويحكمون. وقد ورث يحيى أباه زكريا ، ونودي ليحمل العبء وينهض بالأمانة في قوة وعزم ، لا يضعف ولا يتهاون ولا يتراجع عن تكاليف الوراثة ..

Al Kitab dalam ayat tersebut adalah Kitab Taurat, kitab Bani Israil setelah Musa a.s., para Nabi mereka mengajarkan dan memutuskan perkara dengannya.  Nabi Yahya a.s. mewarisi Kitab Taurat dari ayahnya Nabi  Zakariya a.s.  Dia diseru untuk memikul tanggung jawab dan bangkit membawa amanah dengan tekad dan kesungguhan, tidak lemah dan mundur dari beban warisan tanggung jawab kenabian…

Kesimpulan:
Kekuatan Al Quran sebagai kitabullah adalah kekuatan firman Tuhan yang apabila dipelajari dengan sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala potensi berfikir untuk memahami isi kandungan ayat serta hukum-hukumnya dan diamalkan untuk menyelesaikan segala problem kehidupan, akan menjadi kekuatan yang luar biasa yang akan menggerakkan manusia berbuat sesuai dengan petunjuk –Nya.  Sebab bila pemahaman ayat-ayat Allah SWT itu telah masuk ke dalam jiwa dan fikiran manusia yang ada di dalam hati mereka, maka manusia akan terdorong berbuat sesuai dengan pemahamannya.  wallahu a’lam bissahowab!

Bogor, 5 Zul Hijjah 1437H/7 September 2016


Muhammad al Khaththath

0 Komentar