Anak Peniru Ulung Perilaku Orang Tua, Hati-hati Bersikap

Senin, 11 Januari 2016 - 15:37 WIB | Dilihat : 2506
Anak Peniru Ulung Perilaku Orang Tua, Hati-hati Bersikap Ilustrasi: Memberi Contoh Baik pada Anak

SI Online - Ada beberapa faktor yang mampu membentuk pribadi atau akhlak seorang anak, salah satunya adalah keteladanan dari orang tua. Setiap orang tua perlu menyadari bahwa tingkah laku anak merupakan cerminan dari pendidikan atau teladan yang ditanamkan orang tua terhadap anaknya.  Sebab, anak merupakan peniru yang ulung.  

Mereka melihat, menyerap dan meniru semua hal yang berada di sekitar mereka, terlebih apa yang dilakukan oleh orang tuanya.  Apabila dalam keseharian orang tua selalu bersikap santun, bertutur  kata yang baik dan lembut, maka  anak-anak akan terbiasa melakukan hal yang sama. Jika orang tua senantiasa taat beribadah dan beramal sholeh, diantaranya dengan menjalankan ibadah sholat, membaca Alquran, bersedekah, maka hal ini akan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. 
 
Begitu juga apabila dalam kesehariannya orang tua sering bersikap kasar, berkata kotor, melalaikan ibadah dan beramal sholeh, tidak menutup kemungkinan bahwa akhlak anak akan mengikuti atau mencerminkan hal yang serupa. Dengan demikian baik buruknya akhlak anak sangat ditentukan oleh teladan atau pendidikan yang diberikan oleh orang tua. Allah Swt berfirman,
 
“Amat besar kebencian di sisi Allah ika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”  (Ash-Saff : 3)
 
Keteladanan yang diberikan orang tua memiliki pengaruh besar dalam membentuk dan mengembangkan akhlak seorang anak. Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua  dalam memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Dengan harapan mampu membentuk generasi Muslim yang soleh, cerdas, serta unggul dalam  menguasai ilmu dunia maupun akhirat. 
 
Pada hakikatnya anak adalah amanah dari Allah, yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban kembali oleh-Nya, serta dapat menjadi jalan pembuka pintu syurga atau neraka bagi kedua orang tuanya.  Rasulullah Saw bersabda :
 
“Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama daripada budi pekerti yang baik.” (HR . Al Hakim)
 
Saatnya memuhasabah diri, apakah keteladanan yang baik sudah dihadirkan dalam mendidik anak, atau hanya sebatas perintah dan larangan tanpa adanya teladan dari diri orang tua ?
 
(Yunita Nurwidiya)  
 
0 Komentar