MUI: Daging Beku Impor Operasi Pasar Harus Dipastikan Kehalalannya

Rabu, 15 Juni 2016 - 22:47 WIB | Dilihat : 1428
 MUI: Daging Beku Impor Operasi Pasar Harus Dipastikan Kehalalannya Ketua MUI Dr Ir Lukmanul Hakim M.Si

Jakarta (SI Online) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi upaya pemerintah untuk menekan harga daging hingga di bawah Rp80 ribu/kg, melalui operasi pasar penjualan daging beku impor. Menurut MUI upaya tersebut akan mengurangi beban masyarakat utamanya umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri 1437 H.

Namun demikian, MUI mengaku banyak mendapatkan pertanyaan terkait kehalalan daging “Operasi Pasar” tersebut. Pertanyaan yang disampaikan kepada MUI adalah terkait kehalalan daging impor tersebut. 
 
Menurut MUI, upaya pemerintah dalam menjamin ketersediaan pasokan daging  dengan menggelar operasi pasar daging murah tersebut, wajib disertai dengan kontrol dan pengawasan yang ketat untuk menjamin bahwa daging yang beredar di pasaran merupakan daging yang terjamin kehalalannya dan layak dikonsumsi.
 
"Berdasarkan Sistem Jaminan Halal (SJH) yang diberlakukan oleh LPPOM MUI, daging halal yang masuk ke Indonesia haruslah berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah bersertifikat halal dan diakui oleh MUI, serta ditangani secara khusus,” ungkap Ketua MUI Pusat Dr Ir Lukmanul Hakim, M.Si dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara Islam Online, Rabu (15/06/2016). 
 
Lukman menjelaskan penanganan khusus yang dimaksud adalah kemasan harus memiliki label untuk menandai kehalalan dari produk sehingga memudahkan untuk dilakukan penelusuran balik (traceability) atas produk yang bersangkutan. 
 
“Label juga harus secara spesifik menjelaskan tanggal penyembelihan, nama dan nomor RPH beserta alamat dan negara asal RPH,” ungkap Lukman yang juga Direktur LPPOM MUI itu. 
 
 

Daging beku impor yang dijual ke masyarakat. (foto: liputan6.com)
 
Selain itu, lanjut Lukman, pengawasan dan pemantauan pasar yang cermat oleh jajaran aparatur pemerintah, juga sangat penting dilakukan mengingat  akhir-akhir ini kerap ditemukan adanya daging sapi oplosan yang tercampur dengan daging berkualitas buruk, bahkan dicampur dengan daging celeng.
 
Kepada masyarakat, terutama umat Islam, MUI menghimbau supaya tetap berhati-hati dalam memilih dan membeli daging di pasaran. 
 
“Pastikan bahwa daging yang hendak dikonsumsi merupakan daging yang berkualitas dan telah bersertifikat halal MUI atau lembaga halal di negara asal yang diakui MUI. Informasi tentang cara memilih daging halal dan sehat dapat dilihat di www.halalmui.org,” pungkas Presiden World Halal Food Council (WHFC) ini.
 
Red: shodiq ramadhan
0 Komentar