Universitas Brawijaya Jadi Kampus Pertama yang Kembangkan Kantin Halal

Kamis, 24 Maret 2016 - 20:59 WIB | Dilihat : 2760
Universitas Brawijaya Jadi Kampus Pertama yang Kembangkan Kantin Halal Ilustrasi: Kantin Universitas Brawijaya Malang


Malang (SI Online) - Universitas Brawijaya Malang menjadi kampus pertama di Indonesia yang mengembangkan kantin halal. Produk-produk yang dijual di kantin kampus itu telah melalui uji kritis sertifikasi jaminan halal. 
 
"Universitas Brawijaya ini merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mengembangkan kantin jaminan halal. Kantin ini juga mendukung program sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh pemerintah," kata Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Syam di sela peresmian Kantin Akademik Halalan Thoyyiban, Universitas Brawijaya, Malang, Kamis (24/03/2016). 
 
Nur Syam melihat potensi perguruan tinggi guna mendukung sertifikasi jaminan halal, baik melalui penelitian maupun inovasi berbagai produk, seperti obat, kosmetika, dan makanan.
 
Beberapa penelitian di antaranya terkait dengan penemuan alternatif kandungan babi dengan kandungan sapi. Selain itu, perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, seperti dosen dan mahasiswa yang bisa menjadi agen untuk mempercepat gerakan nasional jaminan produk halal.
 
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Indutri Pertanian (TIP) UB, Dr. Sucipto, dalam sambutannya menyebutkan, kantin akademik halalan thoyyiban berkontribusi untuk membentuk manusia seutuhnya sebagai bagian dari visi pendidikan tinggi.
 
"Disebut kantin akademik karena kantin ini berada di lingkungan pendidikan. Standard Operational Procedure (SOP) uji kritis ini kemudian bisa dilakukan juga pada kantin-kantin lainnya di tingkat fakultas," katanya.
 
Sucipto mengungkapkan, pihaknya juga menggandeng Dinas Kesehatan dalam uji keamanan produk untuk memenuhi standard kelayakan higienitas. Sementara persiapan sertifikasi jaminan halal dan dokumentasinya, dilakukan pihaknya melalui koordinasi dengan Lembaga Pengawasan Produk Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). 
 
Dokumentasi yang dipersiapkan adalah terkait dengan kehalalan pangan, bahan tambahan, produksi, dan penyajiannya. "Upaya ini mengajarkan civitas academica untuk memiliki sifat jujur, meraih rezeki barokah serta membentuk generasi berkarakter mulia," ucapnya.
 
red: farah abdillah
sumber: Antaranews.com
 
0 Komentar