Supermarket di Malaysia Pisahkan antara Troli Halal dan Non Halal

Sabtu, 23 Januari 2016 - 12:57 WIB | Dilihat : 3153
 Supermarket di Malaysia Pisahkan antara Troli Halal dan Non Halal Ilustrasi : Troli di sebuah supermarket Malaysia yang memisahkan antara tempat untuk barang halal dan non-halal (haram)


SI Online - Pemerintah Malaysia mengajukan penggunaan troli terpisah untuk barang halal dan non halal alias haram. Hal ini dilakukan untuk membuat konsumen lebih nyaman saat berbelanja di supermarket. 
 
Saat ini baru NSK Supermarket di Jalan Kuchai Lama, Kuala Lumpur yang menerapkan pemisahan troli halal dan non halal di Malaysia. Langkah itu juga telah didukung oleh Federation of Malaysian Consumers Associations dan Persatuan Pengguna Islam Malaysia.
 
Kementerian Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan Malaysia telah mengajukan untuk membuat panduan terkait pemisahan troli untuk barang halal dan non halal. Rencananya poin itu akan dimasukkan dalam persyaratan perizinan bisnis supermarket di masa mendatang.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan Malaysia Alias Ahmad mengatakan, saat ini pihaknya mendorong operator supermarket untuk memisahkan penggunaan troli. Namun, tambahnya, kebijakan itu tak wajib untuk dijalani. 
 
“Saat ini tidak ada kewajiban untuk pemisahan troli, namun kementerian mendorong operator supermarket untuk secara sukarela mempraktikkannya karena kami percaya hal ini akan membuat yang lainnya mengikuti,” kata Ahmad, dilansir dari Bernama, Kamis (21/01). 
 
Ia melanjutkan jika tindakan sukarela tidak berjalan, maka pemerintah tak punya pilihan lain selain membuat panduan demi memastikan konsumen Muslim lebih nyaman dan yakin saat membeli barang. 
 
“Isi panduan itu nantinya berupa pembedaan troli dari warnanya, dan juga akan ada konter pembayaran terpisah untuk barang halal dan non halal,” katanya.
 
rep: farah abdillah
sumber: mysharing.co
0 Komentar