Malaysia akan Bangun Pabrik Vaksin Halal Pertama di Dunia

Sabtu, 09 Januari 2016 - 20:26 WIB | Dilihat : 1948
Malaysia akan Bangun Pabrik Vaksin Halal Pertama di Dunia Ilustrasi

SI Online - Malaysia akan membangun pabrik vaksin halal dunia pertama pada Maret 2016 dengan menelan biaya sebesar RM 33 juta atau sekitar Rp1.06 triliun. Rencananya pabrik ini akan mulai beroperasi pada 2018. Demikian dikatakan Direktur Pelaksana AJ Pharma Holding Sdn Bhd, Tabassum Khan. 

Fasilitas produksi vaksin ini menempatkan Malaysia sebagai pemain international di pasar vaksin yang akan dikembangkan oleh GB Asiatic Ventures Sdn Bhd dan mitra strategis, China Mesin Machinery Enginnering Corp (CMEC).
 
“Perumusan, pengisian, dan penyelesaian state of the art fasilitas ditempatkan di bawah AJ Biologics Sdn Bhd. Diharapkan akan menghasilkan lebih dari 1.000 vaksin terhitung lima tahun dari sekarang,” kata Tabassum, seperti dilansir dari laman Bernama, Jumat (08/1).
 
Dengan fasilitas ini, lanjut dia, akan lebih mudah dan cepat untuk mengekspor vaksin yang dihasilkan dari Malaysia dibandingkan negara-negara tetangga lainnya. Malaysia juga merupakan anggota dari organisasi international yang menangani pengawasan obat (Pharmaceutical Inspection Corporation Schemel/PICS).
 
“Di Asia Barat, tak satu pun dari negara-negara kawasan itu adalah angggota PICS. Jadi, ketika kami diundang untuk mendirikan fasilitas ini oleh pemerintah Malaysia. Ini adalah kemenangan bagi kedua belah pihak, karena kami ingin memperluas bisnis dan Pemerintah Malaysia ingin memiliki vaksin buatan sendiri,” ujar Tabassum.
 
Menurutnya, pembangunan pabrik vaksin halal akan dimulai pada Maret 2016 di atas lahan 1,82 hektare di Bandar Enstek, Negeri Sembilan Malaysia. Pembangunan pabrik vaksin yang direncanakan beroperasi pada awal 2018 ini, akan menelan dana sebesar RM 330 juta atau sekitar Rp1,06 triliun.
 
Untuk memenuhi pasar vaksin Malaysia, pabrik ini akan melayani 25 persen dari produksinya. Pabrik vaksin halal ini juga akan menghasilkan semua jenis vaksin untuk anak-anak dan vaksin khusus untuk program imunisasi. 
 
”Sekitar 75 persen dari produksi akan diekspor. Ini akan mengurangi impor langsung Malaysia pada vaksin. Terpenting lagi akan menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk setempat yang tinggal di sekitar lokasi pabrik,” ujar Tabassum.
 
AJ Pharma Holding adalah anak perusahaan dari Al-Jomaih Group. Perusahaan ini dirikan untuk fokus pada investasi di sektor kesehatan dan bioteknologi di Malaysia dan wilayah sekitarnya.
 
Group bisnis ini digawangi 10 konglomerat di Arab Saudi dengan pendapatan sekitar US $ 3 miliar atau sekitar Rp41, 7 triliun. Perusahaan ini berkomitmen berinvestasi hingga RM 500 juta atau Rp1,60 triliun di industri farmasi dan kesehatan halal di Malaysia.
 
red: shodiq ramadhan
 
0 Komentar