Kita Menasehati Ibu Megawati, Jangan Sampai Anda Memelihara Anak Macan

Selasa, 24 September 2013 - 10:47 WIB | Dilihat : 24496
Kita Menasehati Ibu Megawati, Jangan Sampai Anda Memelihara Anak Macan Ketua MUI Pusat KH A Cholil Ridwan, Lc (foto: Budi)

KH A Cholil Ridwan, Lc
Ketua MUI Pusat, Pengasuh PP Husnayain Jakarta


Mengapa media massa terus menerus mendukung Jokowi, seolah-olah dia  tanpa salah dalam kebijakannya ?

Karena media massanya sekuler. Sekarang jarang ada media massa Islam cetak kecuali Tabloid Suara Islam, sedangkan mayoritas dalam bentuk online seperti VoA (Voice of Al Islam, red), Islampos dan lain-lain. Sayangnya, umat Islam tidak memiliki televisi padahal mayoritas mutlak, sedangkan Budha yang minoritas mutlak justru memiliki DAAI TV. Umat Islam wajib meneliti ulang dalam metode dakwah dan politiknya. Jika tidak, maka umat Islam akan selalu dalam perang opini melawan sekuler yang menguasai media massa. Seperti FPI selalu dibuat babak belur oleh pemberitaan Metro TV dan TV One.

Apakah sukses Jokowi 2014 nanti jika terpilih menjadi Presiden juga karena politik pencitraan seperti SBY tahun 2004 lalu ?

Saya kira semua orang yang ingin jadi Presiden atau Gubernur, harus mencitrakan dirinya sebagai tokoh yang pro rakyat. Tetapi saya kira suksesnya Jokowi sekarang ini karena dibelakangnya ada gerakan besar  untuk kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Jokowi. Seperti etnis China yang menguasai perekonomian Indonesia. Seandainya Jokowi jadi Presiden, maka otomatis Gubernur  DKI China Kristen, Ahok.  Maka pihak Kristen akan lebih leluasa untuk mengkristenkan Jakarta, sesuatu yang selalu gagal dilakukan Kolonial Belanda sselama 350 tahun, dimana mayoritas rakyat Batavia (Jakarta) tetap beragama Islam. Jika nanti Jokowi Presiden, maka etnis China akan lebih leluasa menguasai perdagangan, bisnis dan perekonomian. Jika ini sampai terjadi, maka dampaknya akan sangat mengerikan.

Seperti Kota Tangerang yang menyangga Jakarta, banyak bermunculan perumahan elite tetapi penghuninya mayoritas Kristen, seperti Sumarecon, dimana diantara 100 rumah hanya 1 yang Muslim. Perumahan elite lainnya, diantara 600 rumah hanya 100 yang Muslim. Juga di Jakarta Utara seperti Kelapa Gading dan Pluit mayoritas Kristen. Juga perumahan elite di Bekasi dimana Muslimnya minoritas. Apalagi di Pasar Glodok, semua kios milik China. Ini kesalahan umat Islam, mengapa tidak berfikir sampai kesitu.

Basis umat Islam adalah Masjid, tetapi mengapa umat meninggalkan Masjid. Masjid sekarang hanya dijadikan Mushola atau tempat sholat saja, sementara kegiatan lain tidak di Masjid. Kalau parpol mengadakan rapat di Masjid merasa tidak pas, tetapi justru rapatnya di hotel, padahal hotel bertolak belakang dengan Masjid. Masjid tempat ibadah kepada Allah Swt, sedangkan hotel tempat maksiat, minuman keras dan pelacuran. Makanya di hotel tidak ada keberkahan. Padahal Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah Swt. Seharusnya umat Islam back to mosque, sebagai pusat kegiatan tidak hanya shalat saja tetapi juga perekonomian, kesehatan, budaya, pendidikan dan sebagainya.

Apakah para tokoh partai Islam perlu bersatu untuk menghadang laju Jokowi menuju RI-1 ?

Memang pimpinan parpol Islam (PPP, PKS dan PBB)  dan didukung parpol berbasis massa Islam (PAN dan PKB) wajib bersatu. Mereka harus sadar akan bahayanya Jokowi jika nanti dicapreskan PDIP. Bagi umat Islam, Jokowi sangat berbahaya sebab dibelakangnya ada Chinese Overseas (China Perantauan) yang menginginkan dia jadi Presiden menggantikan SBY dengan dukungan dana sangat besar.  

Jika nanti ternyata Megawati menunjuk Jokowi sebagai Capres PDIP dan terpilih dalam Pilpres, apakah dia tidak akan mengkhianati Megawati, sebab Prabowo telah menjadi korban pengkhianatan Jokowi. Sebagai Presiden, jelas kekuasaaan Jokowi akan lebih besar daripada Megawati.

Bisa jadi begitu! Setelah Jokowi jadi Presiden, tentu dia bisa berbuat apa saja termasuk terhadap Megawati sendiri bahkan terhadap keluarga besar Bung Karno. Memang kita tidak bisa memastikan hal yang belum terjadi, cuma bisanya menganalisis dan memprediksi.

Saya kira Prabowo tidak pernah berfikir kesitu ketika mendukung habis-habisan Jokowi sebagai Cagub DKI. Tetapi ternyata sekarang justru Jokowi menjadi lawan potensial Prabowo untuk menuju RI-1. Sekarang Prabowo baru menyesal karena tindakannya yang tanpa perhitungan politik yang matang itu, tetapi sayang sudah terlambat.

Bisa saja sekarang Megawati tidak pernah berfikir kesitu seperti Prabowo, nantinya pasti Megawati akan menyesal karena mendukung Jokowi sebagai Capres PDIP. Padahal Megawati merasa pernah “dikhianati” SBY yang waktu itu menjadi Menkopolkam, tetapi ternyata ikut menjadi Capres 2004 berpasangan dengan Menko Kesra Jusuf Kalla dan akhirnya menang. Jika itu kembali terulang, berarti Megawai telah terperosok dalam lubang yang sama sampai dua kali. Kita menasehati Ibu Megawati, jangan sampai Anda memelihara anak macan yang setelah besar akan memakan Anda sendiri.

Bagaimana nasehat Anda kepada umat Islam Indonesia dalam menghadapi situasi sekarang ketika Jokowi siap maju sebagai Capres PDIP ?

Saya kira saran apapun tidak akan mudah dicerna umat Islam, sebab tidak faham politik Islam. Mereka belum menjadi Muslim yang Kaffah, baru sebatas ibadah, akhlaq, jilbab, ekonomi syariah dan sebagainya. Makanya saya buat Pengajian Politik Islam di Masjid Agung Al Azhar Jakarta, agar supaya umat faham politik Islam.

Kalau umat Islam masih memilih partai sekuler, berarti berpihak kepada lawan politik Islam, dimana partai Islam menjadi lawan partai sekuler. Masuk menjadi anggota dan pengurus partai sekuler jelas dilarang dalam Islam, sebab berarti telah masuk pada barisan musuh-musuh Islam. Jadi secara aqidah, umat Islam wajib memilih partai Islam dan bersatu dalam jamaah partai Islam. Ketika Pilpres wajib memilih Capres dari partai Islam.

Jika ternyata nanti Jokowi terpilih menjadi Presiden menggantikan SBY, apakah NKRI akan semakin kacau karena adanya gerakan pengusaha China dan kelompok Kristen fundamentalis yang ingin menguasai Indonesia yang berlindung dibalik ketiak Jokowi yang selama ini didukungnya dengan dana tak terbatas ?

Jokowi belum menjadi Presiden saja sudah sering ribut, dimana kerukunan umat beragama semakin kacau. Bagaimana jadinya jika dia nanti menjadi Presiden RI periode 2014-2019, apalagi di belakang Jokowi bersatu kekuatan China dan Kristen serta Katolik. Maka seluruh pimpinan ormas Islam di Indonesia wajib bersatu kalau tidak ingin Jokowi berhasil merebut kursi RI-1 dengan dukungan dana luar biasa besarnya dari para pengusaha China, Kristen dan Katolik di Indonesia maupun di luar negeri. 

[Abdul Halim]

0 Komentar