Sangat Sederhana tapi Sangat Istimewa, Milad ke-75 Kyai Abdul Rasyid Dihadiri Gubernur DKI dan Wakil Ketua DPR

Minggu, 03 Desember 2017 - 22:06 WIB | Dilihat : 1316
Sangat Sederhana tapi Sangat Istimewa, Milad ke-75 Kyai Abdul Rasyid Dihadiri Gubernur DKI dan Wakil Ketua DPR Tasyakur Milad ke-75 KH Abdul Rasyid AS, Ahad (3 Desember 2017)

Jakarta (SI Online) - Tahun ini, tepatnya 30 November 2017 lalu, salah satu ulama kharismatis Betawi, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i genap berusia 75 tahun.  

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Kyai Abdul Rasyid selalu menggelar acara tasyakur dalam setiap miladnya. Tahun ini pun Kyai Rasyid mengundang sejumlah sahabat dan orang-orang dekatnya untuk hadir ke rumahnya di Jalan Al Barkah, Balimatraman, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 3 Desember 2017. 

Sengaja syukuran digelar tidak tepat pada tanggal lahirnya, tetapi selalu dilakukan pada Ahad, usai pengajian rutin di Masjid Al Barkah As-Syafi'iyah. 

Tasyakur Milad ke-75 ini kebetulan berdekatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang jatuh pada 1 Desember 2017. Maka, acara inipun dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Saw. Selain itu juga haul Alm H Abdul Aziz bin H Ahmad ke-12, mertua Kyai Abdul Rasyid alias ayah dari istrinya, Hj. Azizah Binti Abdul Aziz. 

Sekitar seribu jamaah yang memenuhi Masjid Al Barkah, usai mengikuti peringatan Maulid Nabi dan mendengarkan ceramah dari menantu Habib Rizieq, Habib Hanif Al Attas dan KH Muhammad Nasir Zein, mereka pun dijamu makan bersama. Setiap empat orang mendapatkan satu nampan nasi kebuli beserta lauknya. 

Sementara para asatidz, habaib dan para sahabat Kyai Abdul Rasyid secara khusus diundang hadir ke rumahnya untuk ramah tamah dan makan siang. Tak ada acara khusus. Hanya makan siang lalu dilanjutkan sedikit sambutan dari tuan rumah, dan ditutup dengan doa. Selesai. 

Tahun ini tasyakur Milad ke-75 lebih istimewa. Hadir ke rumah Kyai Abdul Rasyid Gubernur DKI Jakarta H. Anies Baswedan dan Wakil Ketua DPR H. Fadli Zon. Anies harusnya menyampaikan sambutan terlebih dahulu dalam tabligh akbar peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Barkah, tetapi rupanya ia terlambat karena menghadiri acara serupa di tempat lain yang masih di kawasan Tebet. 

Sebelum makan siang, Anies menunaikan shalat Zuhur terlebih dahulu. Tak berapa lama kemudian Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga hadir. Setelah itu, sekitar 15 orang pun duduk melingkar. Selain keduanya dan tentu saja Kyai Abdul Rasyid, hadir dalam momen silaturahim itu Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath, Pemred Tabloid Suara Islam HM Aru Syeif Assadullah, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar, bakal calon Wali Kota Bogor Nur Sukma, tokoh pergerakan Islam Zainal Abidin Ura dan beberapa orang sahabat Kyai Rasyid. Betapa wajah Kyai Abdul Rasyid yang sudah berusia 75 tahun itu demikian berseri-seri, bahagia. 

Disuguhkan ke hadapan Gubernur dan Wakil Ketua DPR, satu nampan makanan tradisional Gethuk dan kawan-kawannya, satu nampan buah anggur dan jeruk serta minuman kopi dan teh. Tak ada tumpeng seperti kebiasaan dalam syukuran. Potongan pertama makanan tradisional itu lalu diberikan Kyai Rasyid kepada Gubernur. Potongan kedua diberikan kepada Fadli Zon. Semua berlangsung cepat dan alamiah saja, tanpa ada seremonial apapun. 

Saat diminta menyampaikan sambutan, Anies juga bicara sangat singkat. Dia minta maaf atas keterlambatan hadir. Lalu bicara soal Reuni Aksi 212 yang digelar Sabtu kemarin. "Sekarang ini di grup mana-mana pembicaraan masih tentang aksi kemarin," kata Anies. 

Anies juga bicara soal upaya menjaga persatuan umat yang dikatakannya lebih sulit. Karena itu ia menyebut Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS) yang akan menjadi busi dalam menjaga persatuan umat. 

Sementara Fadli, yang telah sangat lama kenal dan bergaul dengan Kyai Abdul Rasyid, menyebut putra KH Abdullah Syafi'i itu sebagai ulama yang konsisten dan berani. Ia mengapresiasi peran yang dijalankan Kyai Abdul Rasyid sebagai tokoh dalam menjaga persatuan umat. "Tetaplah menjadi orang tua bagi para aktivis," kata Fadli. 

Tak panjang kalam, pertemuan singkat nan sederhana itu pun berakhir. Masing-masing pamit undur diri. Lazimnya menghadiri undangan peringatan milad, tamu harus membawa kado. Tapi dalam tasyakur milad Kyai Rasyid, justru terbalik. Tuan rumah yang memberi kado atau hadiah bagi para tamunya. Masing-masing diberi bingkisan berisi sarung merek Wadimor. 

Alhamdulillah, semoga Pak Kyai dianugerahi usia yang panjang, keberkahan serta kesehatan. Sehingga akan tetap menjadi orang tua bagi para aktivis Islam era sekarang dalam menjalankan dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Aamiin ya rabbal alamiin. 

red: shodiq ramadhan

0 Komentar