Jelang Reuni Akbar, Alumni 212 akan Gelar Kongres Nasional

29 November 12:35 | Dilihat : 468
Jelang Reuni Akbar, Alumni 212 akan Gelar Kongres Nasional Konferensi Pers Kongres Nasional

Jelang Reuni Akbar 212, rencananya akan diselenggarakan Kongres Nasional Alumni 212 di Jakarta pada Kamis-Jumat, 30 November-1 Desember 2017. Untuk mengetahui maksud dan tujuan kongres tersebut Suara Islam mewawancarai Ustaz Bernard Abdul Jabbar selaku ketua panitia acara, berikut penuturannya:

Apa latar belakang diselenggarakannya kongres tersebut?

Pertama, latar belakang kongres Ulama ini adalah bagian dari arahan para Ulama sebagai satu rangkaian dari kegiatan Reuni Akbar dan Maulid Agung dari tanggal 2 Desember 2017, hingga waktunya pun berdekatan karena kita akan melaksanakan pada tanggal 30 November dan 1 Desember 2017 kemudian dilanjutkan pada tanggal 2 Desember kita akan melaksanakan Reuni Akbar 212 di Monas.

Kedua, ini bagian dari kegiatan Presidium 212 yang menjadi kepanitiaan di dalam acara kongres ini dan juga menjadi satu program besar pertama semenjak Presidium melakukan pergantian kepengurusan pada 6 bulan yang lalu. 

Ketiga, ini juga arahan dari tokoh-tokoh dan simpul-simpul umat yang ada di daerah karena ada rasa ingin berkumpul kembali setelah kegiatan 212 yang setahun lalu telah diselenggarakan. 

Kemudian yang keempat, kegiatan ini bagian dari upaya mempererat ukhuah dikalangan alumni 212 yang tersebar luas di seluruh daerah pelosok-pelosok Indonesia yang mereka pun menginginkan untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang telah mereka lakukan 212 yang telah mereka ikuti.

Siapa dan dari mana saja peserta kongres yang akan hadir?

Insyaallah akan dihadiri sekitar 500 orang, pesertanya adalah bagian dari Alumni 212 yang selama ini aktif dalam Aksi Bela Islam yang telah dilakukan beberapa kali. Mereka selama ini menjadi simpul-simpul umat yang tersebar di seluruh Indonesia dan kita undang untuk hadir membicarakan apa yang akan menjadi agenda ke depan yang berkaitan dengan kondisi negeri kita yang semakin terlihat tidak memberikan peluang kepada aspirasi umat Islam.

Agenda apa yang akan dibahas pada kongres tersebut?

Insyaallah yang akan dibicarakan antar tokoh-tokoh umat nanti yang pertama yaitu tentang ekonomi umat yang sekarang ini sudah mulai marak semenjak 212, adanya minimarket milik umat seperti Kitamart, 212 Mart, Halal Mart dan sebagainya. Kita akan meminta para para ekonomi Islam untuk memberikan pandangannya terkait masa depan ekonomi umat. 

Kedua adalah masalah hukum dan situasi bangsa yang nanti akan dibahas dengan narasumber Prof Yusril Ihza Mahendra dan Prof Dr Amien Rais yang sekaligus juga sebagai Pembina Presidium 212

Kemudian ketiga, yang akan dibahas adalah masalah keumatan, artinya ini apa yang akan di ambil sikap oleh umat Islam nanti ke depannya, mau apa dan rencana apa kita kedepannya yang akan kita buat. 

Nah jadi itu yang akan kita buat nanti, kegiatan kongres dalam bentuk seminar kemudian akan dilakukan urun rembuk serta diskusi sehingga harapannya akan dihasilkan rekomondasi yang disepakati oleh seluruh peserta para pimpinan umat, dan hasil rekomendasi tersebut akan kita bacakan di acara Reuni Akbar Alumni 212.

Dalam setahun terakhir sejak Aksi 212 terjadi berbagai dinamika, bagaimana pandangan Ustaz terkait hal itu?

Sejak pertama kita laksanakan Aksi Bela Islam kemudian berlanjut dengan aksi 212 yang sangat fenomenal karena dihadiri lebih dari 7 juta orang dan setelah itu menghasilkan berbagai kemenangan, yang pertama adalah kemenangan di Pilkada DKI, kemenangan kedua di penjarakannya penista agama yang menjadi momen kenapa kita harus kumpul pada saat itu, kemudian juga terpilihnya Gubernur Muslim Jakarta yang mudah-mudahan menjadi barometer di daerah lainnya.

Tetapi belakangan yang terjadi justru pihak-pihak yang tidak suka Islam ini tidak tinggal diam, semenjak itu kemudian terjadi kriminalisasi terhadap ulama. Kita lihat seperti Imam Besar habib Rizieq Syihab yang dikriminalisasi sehingga beliau pun melakukan hijrah ke Mekkah sebagai upaya perlawanan, kemudian ada tokoh-tokoh dan ulama kita yang bahkan sampai dipenjara seperti Ustaz Muhammad al Khththath termasuk Ustaz Alfian Tanjung. Lalu kemudian yang terakhir kita lihat ada fenomena pengusiran-pengusiran Ustaz yang mau berceramah, termasuk masalah hukum dalam kasus Buni yani yang kemarin diputuskan bersalah dengan hukuman 1 tahun 6 bulan. Hukum justru menjadi tebang pilih dan baru-baru ini juga termasuk kasus penghinaan agama yang dilakukan Victor Laiskodat dari Partai Nasdem yang terang-terangan tapi justru kemudian menurut kabar yang beredar perkaranya dihentikan karena kekebalan hukum dari seorang anggota dewan. Itu sejumlah permasalan yang terjadi. 

Oleh karena itulah dengan melihat kondisi Indonesia seperti ini kemudian kita mengumpulkan seluruh alumni-alumni untuk membahas dan merencanakan apa yang akan kita lakukan kedepannya, jadi ini akan menjadi satu rencana besar kita sehingga nanti ada pola kerja yang terarah sekaligus mempererat hubungan yang sudah terjalin.

Apa harapan yang hendak dicapai dengan digelarnya reuni 212 nanti?

Pertama, apa yang sudah kita lakukan sebelumnya yaitu Aksi 212 itu kemudian bisa terulang kembali, artinya memori aksi bela Islam yang sudah kita lakukan setahun lalu akan kita ingatkan kembali sehingga apa yang kita lakukan akan tambah lebih baik lagi ke depannya.

Kedua, ini harus diikuti oleh seluruh umat Islam untuk datang bersatu padu, acara ini bukan sekedar temu kangen tapi kita mulai dengan Shalat Subuh berjamaah yang insyaallah akan diikuti ribuan bahkan puluhan ribu atau jutaan umat Islam seperti Aksi 212 sebelumnya.

Ketiga, kita diingatkan bahwa perjuangan tidaklah mudah dalam rangka tegaknya agama Islam di bumi Indonesia. Reuni tidak sekedar reuni bareng tetapi apa yang harus dilakukan ke depannya, dan itu akan dibahas dimulai pada kongres umat Islam sebelumnya.

Oleh karena itu, kami imbau kepada umat Islam untuk bersama-sama menyukseskan kongres alumni dan mari siapkan diri kita untuk hadiri Reuni Akbar 212. Sekali lagi, ayo mari seluruh elemen umat Islam untuk datang beramai-ramai menyukseskan Reuni Akbar yang akan dihadiri banyak ulama dan tokoh nasional. (SI)

0 Komentar