Syaikh Al Ausy: Perempuan adalah Madrasah Kehidupan

12 Oktober 08:57 | Dilihat : 773
 Syaikh Al Ausy: Perempuan adalah Madrasah Kehidupan Syaikh Al-Ausy (kiri) bersama Ustaz Yusuf Mansur.

"Masya Allah," ucap spontan Syaikh Al-Ausy demi melihat asaatidzah (guru-guru perempuan) di Pesantren tahfizh Daarul Quran. 

‘’Kita harus berterima kasih kepada mereka, karena wanita adalah madrasah kehidupan. Jika perempuan atau ibu mendidik anak-anak dengan baik, maka akan terbangun peradaban yang baik,’’ tutur imam masjid bersuara emas dari Saudi Arabia itu. 

Seperti disebutkan dalam Kitab Daurul Mar-ati fi Ishlaahil Mujtama', Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin berkata, “Sesungguhnya kaum wanita memiliki peran yang agung dan penting dalam upaya memperbaiki (kondisi) masyarakat, hal ini dikarenakan (upaya) memperbaiki (kondisi) masyarakat itu ditempuh dari dua sisi; 

Yang pertama, perbaikan (kondisi) di luar (rumah), yang dilakukan di pasar, mesjid dan tempat-tempat lainnya di luar (rumah). Yang kedua, perbaikan di dalam rumah sebagai  pendidik anak-anak.

Kehadiran Syaikh Abdurrahman bin Jamal bin Abdurrahman Al-Ausy di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Ketapang, Tangerang, Rabu (11/10), disambut gema shalawat badar yang disenandungkan seribuan santri.

Imam Masjid Al Ikhlas dan Al Khobar di Qornich City, Arab Saudi, tersebut diterima hangat oleh KH Yusuf Mansur dan Tim Asaatidz Daarul Quran.  

Syaikh yang doktor di bidang Al Quran  terlebih dulu menengok Markaz I’dad Muallimi Al Qur’an Al Karim wal Ijazah bi Sanad (Pusat Pengkaderan Pengajar Al Qur’an Al Karim dan Ijazah Sanad) di areal Masjid An Nabawi, Pesantren Daarul Quran. 

Ia mangut-manggut mengapresiasi keseriusan pesantren yang dikelola oleh Yayasan Tahfizh Quran terbaik di dunia.

Di hadapan segenap warag pesantren, Syaikh Al Ausy bersyukur dan mengucapkan terima kasih khususnya kepada KH Yusuf Mansur yang telah memberi sambutan hangat. 

Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Syaikh Al Ausy. Sebelumnya, imam yang biasa mengenakan thawb (gamis putih polos) dan ghutra (syal kepala) ini pernah bermuhibah ke Indonesia pada 2016. 

Ketua Daarul Quran Tarmizi Asshidik menerangkan, safari Syaikh kelahiran 5 Agustus 1980 ini guna menghadiri Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Al Quran ke-8. Hajatan nasional yang digelar Daarul Quran ini akan dihelat serentak di 12 Provinsi dan 15 negara pada 22 Oktober 2017.

Selain ke Pesantren Daarul Quran Tangerang, Syaikh Ausy pada Rabu (11/10) malam mengimami shalat di Masjid Alumni IPB di Baranangsiang, Kota Bogor. Selanjutnya, ia akan berkunjung ke beberapa daerah seperti Lombok Tengah, Makassar, Jogjakarta, Bandung, dan lainnya. []

0 Komentar