Ini Mimpi-mimpi Besar Ustaz Yusuf Mansur

21 Juni 23:22 | Dilihat : 1685
Ini Mimpi-mimpi Besar Ustaz Yusuf Mansur Pembina Yayasan Daarul Qur'an Ustaz Yusuf Mansur dan jajaran pengurusnya di Masjid An-Nabawi, Kompleks PPPA Daarul Qur'an, Ketapang, Tangerang, Banten, Rabu malam (21/06/2017).

Tangerang (SI Online) - Pimpinan Daarul Qur'an Ustaz Yusuf Mansur mengundang puluhan jurnalis ke kompleks pesantrennya di Ketapang, Tangerang, Banten, Rabu malam (21/06/2017). Pertemuan, yang lebih tepatnya disebut sebagai ceramah tentang penyampaian "mimpi" Yusuf Mansur dan Daarul Qur'an itu dilakukan usai shalat tarawih di Masjid An-Nabawi, Kompleks PPPA Daarul Qur'an. 

Serius tapi santai, Yusuf Mansur yang mengenakan kemeja warna coklat lengan pendek dan peci hitam, didampingi sejumlah petinggi yayasan seperti Ahmad Jamiil, Anwar Sani, dan Tarmizi Ashidiq serta Dirut Paytren Hary Prabowo. Selain itu juga menghadirkan sejumlah orang yang pernah berjasa dalam proses pengembangan pesantrennya. 

"Mimpi yang pertama adalah mimpi Daarul Qur'an ada di lima benua. Punya cabang sekolah, pesantren di lima benua," ungkap Yusuf Mansur yang lalu memberikan kesempatan kepada Anwar Sani, Ketua Yayasan Daarul Qur'an, untuk menjelaskan mimpinya ini. 

Anwar Sani pun lalu menjelaskan latar belakang mimpi itu. Menurutnya, mimpi Daqu untuk hadir di lima benua ini bermula dari tekad untuk membangun Indonesia dan dunia dengan Alquran. "Kita sepakat punya dream membangun 100 pesantren di 100 kota di dunia," ungkapnya. 

Mimpi ini, kata Sani, bukan hal yang tidak mungkin. Sebgai perbandingan, YUsuf mansur pernah bercita-cita membangun 1000 pesantren di Indonesia. Ternyata sekarang cita-cita itu sudah terlampaui dengan hadirnya sekitar enam ribu Rumah Tahfiz di seluruh Indonesia dan negara-negara lain. "Padahal saat mengucapkan mimpi itu belum punya pesantren satu pun," tambahnya. 

Ustaz Yusuf MansurTarget 1000 pesantren itu kini telah ditingkatkan. Daqu, kata Sani, pada 2017 menargetkan setiap kota di Indonesia harus berdiri Rumah Tahfiz. Lalu pada 2018, di setiap kecamatan di Indonesia harus berdiri Rumah Tahfiz. Berlanjut ke 2019, di setiap desa/kelurahan  di Indonesia harus ada Rumah Tahfiznya. "Tahun 2020 Ustaz Yusf Mansur ingin di setiap belokan Indonesia harus ada Rumah Tahfiz," pungkas Sani. 

Yusuf Mansur lalu menjelaskan soal pembangunan 100 pesantren di 100 kota di lima benua di dunia. Ia menganggarkan setiap pesantrennya akan menghabiskan anggaran Rp40 milyar. Dengan demikian total akan menghabiskan dana Rp4 triliyun. Apakah Yusuf Mansur memiiki dana sebesar itu?

"Hari ini, duit empat triliyun itu sudah ready. Apalagi 2018 nanti, nilai valuasi Paytren kami targekan sudah 20 triliyun. Sekarang kalau Rp4 triliyun aja sudah ada," kata Yusuf Mansur mengenai nilai valuasi salah satu perusahaannya, Paytren, yang akan dijadikan sebagai modal pendirian 100 pesantren itu. 

Sementara terkait mimpi pribadinya. Yusuf Mansur berkeinginan untuk membangun 1000 masjid atas namanya sendiri. 

Selain itu, Yusuf Mansur juga mengaku masih konsen dengan program "beli-beli". Untuk itu, ia menyiapkan sebuah perusahaan investasi syariah. "Kita lagi urus di OJK. Aksi pertamanya nanti aksi beli," tandasnya. 

red: shodiq ramadhan

0 Komentar