Eddy Arya Adhi Lodra, Alumni Gontor yang Jadi Pengusaha Kuliner

07 April 09:09 | Dilihat : 2039
Eddy Arya Adhi Lodra, Alumni Gontor yang Jadi Pengusaha Kuliner Edoy memamerkan menu favorit di rumah makannya, Barakuda Saos Padang. [foto: shodiq/SI]

Bandung (SI Online) - Tampilannya kasual. Pakai kaos putih, dilapisi jaket hitam dan celana jins di bawah lutut. Tak ada yang menyangka bila pemuda ini adalah pemilik Sekar Seafood, rumah makan dengan menu ikan laut di Jalan Suniaraja No. 41 Bandung yang cukup ramai. 

Eddy Arya Adhi Lodra nama lengkapnya. Akrab disapa Edoy. Malam itu, Sabtu 01 April 2017, ia menyambut ramah kedatangan delapan jurnalis Muslim asal Jakarta, termasuk Suara Islam Online. 

“Kita hidangkan menu favorit di sini,” kata Edoy begitu rombongan sudah duduk memanjang di rumah makannya. Malam itu rumah makan ini nampak ramai pengunjung, rata-rata keturunan China. Sembari menunggu masakan datang, kami bertanya, mengapa ia meninggalkan Gontor saat masih berada di kelas lima. “Kangen orang tua terus. Tapi habis itu nyesel banget,” ungkap pengusaha muda kelahiran 19 Juni 1981 ini. 

Tak berapa lama, keluarlah menu favorit di Sekar Seafood. Dua porsi Udang Telur Asin, satu porsi Kepiting Lada Hitam dan dua porsi Barakuda Saos Padang. “Ini menu favorit Ustaz, silahkan,” kata Eddy kepada kami. 

Melihat tampilan Barakuda Saos Padang dan Kepinting Lada Hitam yang begitu mempesona, maka kami pun meminta Eddy untuk berpose dulu. “Difoto dulu,” kata kawan-kawan jurnalis. 

Bermula dari Hobi

Siapa sangka, Sekar Seafood dikembangkan Eddy bermula dari hobi. Selain itu ia mengaku teringat pesan sang Ibunda supaya memilih bisnis di antara tiga bidang: sandang, pangan atau papan. 

“Saya cuma ingat pesan ibu bahwa kalau milih bisnis pilihlah sandang, pangan dan papan. Kalau bisa tiga-tiganya bagus, tapi kalau nggak salah satu aja,” demikian pesan ibunya, Hj. Warkinah istri dari H. Darman yang menjadi spirit dalam bisnisnya. 

Edoy memang gemar menikmati kuliner. Kemampuannya memasak tak didapat dari bangku kuliah. Edoy keluar masuk restoran untuk mencicipi menu masakannya, dan berguru melalui obrolan dengan juru masaknya.

“Saya suka mengobrol dengan chef hotel, merasakan bumbu seafood di tempat lain, gonta-ganti bumbu sampai dapat komposisi yang pas,”kata Edoy. 

Bagi Edoy tak gampang bisnis di dunia masak, sebab ini menyangkut rasa di lidah setiap orang. Di mana kesukaan orang sangat beragam seleranya. Karena itu, Edoy selalu berusaha menyajikan menunya dengan sentuhan lembut dan harus dengan cinta dan kasih, sehingga pesannya sampai ke pelanggan. 

Meskipun tak mudah, Edoy tetap terus berusaha konsisten untuk menekuni bisnis makanan ini. Baginya, rugi dalam berdagang adalah resiko. 

"Saya pernah rugi dan sudah lumrah. Berani bisnis jangan takut rugi, takut rugi jangan bisnis, takut bisnis ya sudah jadi pegawai saja," ujar suami Anita Pujiastuti ini. 

Sebelum menjalani bisnis seafood ini, bapak tiga putri ini pernah menjajal bisnis kuliner masakan ayam dengan brand terkenalnya adalah Sambal Gelo. Setelah lima tahun menjalani bisnis masakan Sambal Gelo, ia berhasil mendirikan 14 cabang. 

Edoy merasa bisnis Sambal Gelo sudah mulai menunjukkan masa surut, sebelum benar-benar berhenti Edoy pun memasang jurus ke masakan seafood. “Terus saya beralih ke seafood. Karena (bisnis) di ayam itu anda puas kami lemas," kelakarnya sambil tertawa. 

Bermodal Rp600 juta, Edoy pun memantapkan untuk mengambil pasar kuliner seafood. Nama Sekar pun menjadi brand andalannya, Sekar Seafood. Penyematan label Sekar diambil dari nama putrinya. Selain itu memiliki filosofi Sekar itu bunga yang wangi dan disukai pada jaman kerajaan hingga sekarang. 

“Harapanya semoga Sekar Seafood ini bisa wangi bagi hati semua pelanggan seantero jagad sesuai namanya," tuturnya. 

Berdayakan Nelayan 

Masakan seafood harus disajikan dari ikan segar. Untuk memberikan kualitas ikan yang terbaik, Edoy pun melakukan kerjasama dengan para nelayan untuk bisa mendapatkan pasokan ikan yang fresh. Ia menjalin hubungan baik dengan memberdayakan 25 perahu nelayan di Indramayu sebagai pemasok ikan, cumi, kerang, dan kepiting. Nelayan merasa beruntung karena Edoy membeli dengan harga tinggi sebagai end user. Sedikit lebih murah daripada tengkulak.

“Sejak awal kita harus mengondisikan asal barang, tak asal mengambil barang dari pemasok karena tak jaminan barangnya bagus,” katanya.

Semua nelayan yang diberdayakan adalah mitra penting. Berapa pun hasil tangkapan mereka akan dibeli untuk kebutuhan Sekar Seafood.

Menurutnya, hampir setiap hari pasokan ikan, kepiting, udang, cumi, dan kerang selalu datang untuk kebutuhan Sekar Seafood. Sehingga ia berani menawarkan bahan bakunya segar. Ia lebih memilih hasil tangkapan ikan dari nelayan perahu kecil ketimbang perahu besar karena ketika naik ke darat masih segar.

Sebagai perbandingan, nelayan berperahu kecil hanya sehari mendapat hasil tangkapan, sementara nelayan berperahu besar bisa sampai 45 hari di laut dan ketika disajikan untuk masakan laut sudah terlalu lama.

“Nelayan kecil sore berangkat ke laut pagi mereka menjual ke kita. Dari segi kualitas ikan dan lainnya insyaallah kita sajikan yang lebih fresh,” beber dia.

Meski Sekar Seafood terbilang baru di Kota Bandung, namun rasa dan kualitasnya tak kalah dengan restoran-restoran seafood lama yang ada di Bandung. Sekar Seafood memberikan suguhan pemandangan beragam jenis seafood, mulai yang hidup atau yang sudah dibekukan. 

Pelanggan yang datang tinggal memilih jenis seafood dan bumbunya. Di antaranya ada bumbu saos padang, saos lada hitam, saos asam manis/pedas, saos tiram, saos Singapore, saus telur asin dan saos garlic butter lemon.  

Untuk menu seafood andalan Sekar Seafood adalah kepiting lada hitam, udang telur asin dan cumi telur asin. Seafood yang diambil dari Kabupaten Indramayu ini memiliki kualitas ekspor dengan ukuran yang besar-besar sehingga cocok untuk dimakan bersama kerabat maupun keluarga. 

Biar tidak Rugi Dobel

Restoran yang berlokasi di Jalan Suniaraja dan Jalan Soekarno Hatta ini merupakan hasil kerja keras dua bersaudara, Aris Widiyanto dan Edoy. Keduanya sejatinya tidak memiliki latar belakang pendidikan di dunia kuliner. Kakaknya, Aris adalah lulusan elektro dari Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom) sedangkan Edoy lulusan akutansi dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom). Namun sejak lama Edoy hobi memasak dan beberapa kali pengalaman membuka tempat makan di Bandung.

Sebagai alumni Pondok Modern Gontor, Edoy juga memberikan fasilitas mushola untuk para pengunjung yang akan menunaikan ibadah shalat lima waktu. Mushola yang awalnya hanya cukup untuk dua orang, kini dirombak untuk delapan orang. Selain itu juga mengubah beberapa simbol-simbol, neon box dan memanfaatkan media sosial yang saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat banyak. 

Menurut Edoy, yang terpenting adalah karyawannya yang beragama Islam wajib menunaikan ibadah shalat lima waktu. "Kalau karyawan enggak shalat, kemudian restoran enggak laku, saya ruginya double," candanya.

Sejak perubahan tersebut dilakukan, omzet Sekar Seafood pun meningkat, pembeli pun semakin ramai berdatangan. Jadi, rahasia suksesnya Sekar Seafood ini tak hanya soal rasa dan kualitas yang harus dijaga, tapi hubungan kita dengan Allah pun harus selalu dijaga.  

Terkesan Saat Antre Makan

Edoy, sang juru masak sekaligus owner Sekar Seafood adalah alumni Pondok Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo. Ia masuk Gontor pada 1996. Bagi Edoy, Pondok Gontor adalah guru terbaik setelah kedua orangtuanya. “Gontor itu guru terbaik setelah ibu dan bapak kita," tuturnya. 

Edoy memang tidak sampai tamat Gontor, namun ia merasa sudah menjadi bagian dari keluarga besar alumni Gontor. Ia keluar Gontor ketika dirinya duduk di kelas lima. “Saya sempat merasa tidak kerasan dan ingin balik ke rumah,” katanya. 

Selama di Gontor, Edoy terkesan dengan saat jam makan bersama ribuan santri lainnya. “Makan antri panjang asyik banget," kenangnya. 

Setelah mondok, Edoy melanjutkan aktivitasnya belajar di perguruan tinggi di Unikom Bandung dan langsung mencoba bisnis makanan. Awalnya ia ingin masuk kedokteran, namun karena tidak lolos, ia pun ambil jurusan komputer. [Oji/SR]
 

0 Komentar