Habib Rizieq dan Munarman Dipolisikan, Ini Tanggapan Ketum FPI

Senin, 21 November 2016 - 21:22 WIB | Dilihat : 54869
Habib Rizieq dan Munarman Dipolisikan, Ini Tanggapan Ketum FPI Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab dan Sekretaris Umum FPI Munarman,SH
Jakarta (SI Online) - Ketua Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Syihab dan Panglima Aksi Bela Islam Munarman SH pada hari ini, Senin (21/11/2016) mendapat surat panggilan dari kepolisian terkait tuduhan menghina Presiden Jokowi.
 
Habib Rizieq mendapat surat panggilan bernomor S.Pgl/21335/XI/2016/Ditreskrimum, sementara Munarman mendapat bernomor S.Pgl/21334/XI/2016/Ditreskrimum. Kedua tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu dituding melanggar Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.
 
Menanggapi surat tersebut, Ketua Umum FPI KH Shabri Lubis mengatakan bahwa upaya ini merupakan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam.
 
"Ini upaya mengkriminalisasi ulama dan untuk membungkam aktivis Islam yang justru sedang berjuang menuntut keadilan hukum di Indonesia," ujar Kyai Shabri kepada Suara Islam Online, Senin malam (21/11).
 
Ia menyayangkan upaya kriminalisasi terhadap ulama ini begitu cepat. "Sementara Ahok yang menjadi induk permasalahannya sampai sekarang masih belum ditahan, padahal banyak pakar hukum yang menegaskan bahwa ia harus ditahan," jelasnya. 
 
Meski demikian, kata Kyai Shabri, adanya surat panggilan terhadap Habib Rizieq dan Munarman ini tidak akan mampu membungkam perjuangan umat Islam dalam menegakkan keadilan hukum.
 
Upaya tersebut tidak akan mengurangi semangat umat Islam dalam berjuang. "Ini justru menambah semangat umat Islam berkorban dalam perjuangan, jangankan dipenjara umat Islam siap mati demi membela Alquran," tandasnya.
 
red: adhila
0 Komentar