Ketua API Jabar: Waspada Agenda Pecah Belah dari Barat

12 Februari 08:00 | Dilihat : 844
Ketua API Jabar: Waspada Agenda Pecah Belah dari Barat Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat Ustaz Asep Syaripudin

Bogor (SI Online) - Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim dan di dalamya banyak organisasi massa (ormas) Islam yang bahkan berdirinya sebelum Indonesia merdeka. Demikian dikatakan Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat Ustaz Asep Syaripudin saat Tabligh Akbar GNPF Ulama Bogor Raya di Masjid Al Muttaqin Kota Bogor, Ahad (11/2/2018).

Ustaz Asep menyebutkan ormas yang dimaksud seperti Jamiat Kheir yang lahir pada tahun 1901, Syarikat Dagang Islam (SDI) tahun 1905 yang kemudian bertransformasi menjadi Syarikat Islam pada 1911, Muhammadiyah tahun 1912, Nadlatul Ulama tahun 1926 dan Persis tahun 1926. Ia juga menyebutkan ormas Islam generasi berikutnya seperti di Jawa Barat ada PUI, di NTB ada Nahdatul Waton, di Sulawesi Al Khoirot dan lainnya.

"Makanya saya dan teman-teman protes terhadap Kapolri terkait pernyataan bahwa hanya NU dan Muhammadiyah yang mendirikan NKRI, bahkan yang lain ingin merontokkan. Ini keliru, karena kalau kita lihat sejarah tonggak pergerakan itu dimulai dari Syarikat Dagang Islam," ujar Ustaz Asep.

Ia melanjutkan sejarah berdirinya NKRI yang lahir dari mosi integral M Natsir seorang kader Persis. Jadi, kata Ustaz Asep, negara ini dibangun banyak pihak termasuk NU dan Muhammadiyah.

"Karena itu timbul pertanyaan, kenapa Kapolri menyatakan seperti itu, apa ini kebetulan, apa beliau tidak tahu sejarah? kita patut menganilisis, kalau kebetulan ya sudah kita tinggal pahamkan. Tetapi kita khawatir Kapolri terprovokasi oleh grand design barat," ungkapnya.

Sekarang ini, kata Ustaz Asep, ada upaya seolah-olah representasi umat Islam itu NU dan Muhammadiyah dalam perspektif penguasa hari ini yang menolak syariat. "Padahal kita tahu bahwa NU pada waktu itu Wahid Hasyim anggota PPKI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia berdasarkan Syariat Islam, Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah waktu itu berjuang jika Indonesia merdeka harus berdasarkan Syariat Islam," jelasnya.

Oleh karena itu, Ustaz Asep mengingatkan agar kita semua waspada dan tidak terprovokasi grand desin barat. "Di Indonesia banyak gerakan Islam tetapi banyaknya itu jangan membuat kita terpecah belah. Banyaknya ormas dan partai Islam bukan untuk saling melemahkan tapi saling menguatkan untuk tegaknya izzul Islam wal muslimin," tandasnya.

red: adhila

0 Komentar