Setelah Klapa Village, Pemprov akan Bangun Rumah DP Nol Rupiah di Rorotan

21 Januari 15:35 | Dilihat : 1087
Setelah Klapa Village, Pemprov akan Bangun Rumah DP Nol Rupiah di Rorotan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan hunian dengan DP Nol Rupiah di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Jakarta (SI Online) - Belum tuntas kegembiraan warga Jakarta atas diresmikannya pembangunan rumah dengan DP Nol Rupiah di Pondok Kelapa, Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan kembali membangun rumah DP Nol rupiah di wilayah Rorotan, Jakarta Utara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah mendapat kabar tentang adanya pengembang yang mau bekerja sama membangun rumah dengan DP Nol rupiah. Namun, berbeda dengan rumah di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur yang berbentuk apartemen, rumah di Rorotan nantinya akan berupa rumah tapak.

"Sekarang kami genjot lokasi dan pengembang mana saja yang mau bekerja sama dengan kami. Kemarin kami dapat kabar di Rorotan sudah ada pengembang yang mendorong DP Nol rupiah rumah tapak," ujar Sandiaga di Jakarta, Ahad (21/1/2018).

Walaupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta dirinya telah menyetujui untuk dibangun rumah tapak, namun Pemprov DKI Jakarta tetap meminta agar rumah tersebut berlantai tiga hingga empat. Hal ini mengingat sulitnya mencari lahan di DKI Jakarta untuk pembangunan rumah non vertikal.

"Pak Anies bilang, dan saya setuju, dioptimalisasi saja. Karena lahan sulit di Jakarta. Kalau rumah tapak bisa 3-4 lantai, itu mungkin lebih bisa dinikmati warga Jakarta," kata Sandiaga.

Sandiaga mengaku Pemprov DKI tak mau terburu-buru untuk meluncurkan proyek ini pada Februari. Sebab masih menunggu hasil evaluasi diluncurkannya proyek rumah vertikal DP Nol rupiah di Klapa Village. 
"Usulannya Februari, tapi saya bilang jangan terburu-buru. Lihat dulu yang di Pondok Kelapa. Dihitung betul-betul, nanti diajukan ke kami," kata Sandi.

Dia pun menyarankan agar teknik pemasaran bersifat evidence-base marketing. Artinya, harus ada bukti produk tersebut benar-benar ada, seperti rumah contoh. Ia ingin masyarakat DKI Jakarta yang mau beli, tahu betul bentuk dan kondisi rumahnya.

"Harus ada show unit. Mereka bawa calon pembeli datang melihat fisiknya seperti apa. Dari situ kami harapkan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah -red) selesai dengan kajian dan persetujuan pemangku kepentingan lain, April kita launching," pungkas Sandiaga.

Red: Ma'faza

0 Komentar