Ustaz Zulkifli Ali Dijadikan Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

17 Januari 13:07 | Dilihat : 1556
Ustaz Zulkifli Ali Dijadikan Tersangka Kasus Ujaran Kebencian Ustaz Zulkifli Ali saat aksi reuni 212 di Monas Jakarta beberapa waktu lalu

Jakarta (SI Online) - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Polisi menyatakan Ustaz Zulkifli diduga melakukan ujaran kebencian/SARA dalam sebuah video dakwahnya yang viral di media sosial. 

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, Ustaz Zulkifli akan dipanggil untuk dimintai keterangan pada Kamis (18/1) besok. Dimana, dia dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Kamis 18 Januari 2018 dipanggil sebagai tersangka," kata Fadil, Rabu (17/1).

Menurutnya, penyidik telah mendapat dua alat bukti untuk menetapkan Ustaz Zulkifli sebagai tersangka terkait video tersebut.

Fadil mengatakan polisi telah menyelidiki ada atau tidaknya unsur pidana tersebut sejak November 2017. Video tersebut ditemukan beredar di dunia maya oleh Tim Patroli Siber Bareskrim.

"Langkah penyelidikan sudah dimulai dari November 2017 atas laporan dan informasi dari Tim Patroli Siber," jelas Fadil.

Status kasus ini lalu naik dari penyelidikan menjadi penyidikan pada awal Desember 2017 kemarin. "Dan dinaikkan ke penyidikan pada awal Desember 2017," sambung mantan Direkur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu.

Berdasarkan surat pemanggilan, tokoh yang dikenal sebagai Ustaz akhir zaman itu diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan dikriminasi ras dan etnis (SARA), dan atau dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dan menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Berdasarkan pokok perkara tersebut, dia diduga talah melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 Huruf b UU RI No 40 Tahun 2008 tentang Panghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau Pasal 45A Ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

red: adhila
sumber: rol/dtk

0 Komentar