Pimpinan DPR: Tindak Provokator yang Menolak Ustaz Abdul Somad di Bali

Rabu, 13 Desember 2017 - 19:14 WIB | Dilihat : 616
Pimpinan DPR: Tindak Provokator yang Menolak Ustaz Abdul Somad di Bali Ustaz Abdul Somad

Jakarta (SI Online) - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas provokator penolakan kedatangan Ustaz Abdul Somad ke Bali belum lama ini. Hal itu harus dilakukan karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi ketegangan antarumat beragama di berbagai daerah.

"Aparat kepolisian jangan membiarkan kasus-kasus seperti ini. Apa jadinya kalau kemudian umat Islam di daerah lain terprovokasi dengan tindakan oknum yang memanaskan suasana di Bali," kata Taufik di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Dia menjelaskan dengan adanya sejumlah ormas yang bergerak menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad, terjadi karena ada pihak yang memprovokasi. Hal itu menurut dia menyebabkan ormas di Bali terpancing dan akhirnya melakukan penolakan terhadap ustadz Abdul Somad.

"Saya tidak bisa membayangkan kalau kejadian itu sampai berakibat pengusiran atau kekerasan terhadap umat Islam yang terlibat dalam acara tauziah itu," ujarnya. 

Taufik mengaku khawatir munculnya sentimen antar-agama yang meluas kemana-mana, yang berpotensi memunculkan kekerasan. Namun, imbuhnya, hal itu bisa diantisipasi aparat Kepolisian Bali dengan mengatasi suasana.

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu mengingatkan bahwa kejadian seperti itu tidak boleh terjadi lagi sehingga aparat kepolisian harus bekerja mengusut orang-orang yang menjadi provokator kejadian di Bali.

Menurut dia, kerukunan umat beragama tidak boleh dirusak oleh oknum-oknum provokator karena isu agama sangat sensitif dan gampang jadi memicu kekerasan sehingga aparat jangan segan-segan untuk menindak dengan tegas.

Sementara itu terkait alasan penolakan bahwa ustaz Abdul Somad dianggap anti-NKRI, Taufik mengatakan, serahkan masalah itu ke aparat Kepolisian untuk menindak lanjutinya.

"Polisi mengawasi kegiatan yang dilakukan sehingga kalau kegiatan itu melawan terhadap Pancasila dan NKRI, tinggal ditindak dengan tegas. Proses dengan menggunakan UU Sehingga jangan main-main menggunakan massa untuk membubarkan kegiatan keagamaan," katanya.

Taufik mengingatkan jika polisi tidak menindak tegas, maka bisa saja muncul provokator di daerah lain karena oknum itu merasa apa yang dilakukan aman-aman saja sehingga akan diulang dan ditiru di daerah lain.

red: adhila
sumber: mi/ant

0 Komentar