Jokowi Protes Masih Ada yang Sebut Dirinya Antek Asing, Anti Islam dan Anti Ulama

20 November 11:52 | Dilihat : 1772
 Jokowi Protes Masih Ada yang Sebut Dirinya Antek Asing, Anti Islam dan Anti Ulama Presiden Jokowi di Balai Kartini, Kuningan, Jaksel. [foto: kini.co.id]

Jakarta (SI Online) - Presiden Joko Widodo menyebut masih adanya elite politik yang tidak memberi contoh yang baik untuk generasi penerus. Tanpa menyebut elite yang dimaksud, Jokowi mengatakannya dalam Simposium Nasional Kebudayaan di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 20 November 2017.

"Yang kita lihat memang banyak juga elite politik yang masih memberikan pendidikan yang tidak baik pada anak-anak kita," kata Jokowi, seperti dilansir Viva.co.id.

Menurut Jokowi, banyak elite politik justru mencerminkan politik yang tidak mendidik. Dia mencontohkan, masih ada elite yang berbicara soal antek asing.

"Coba kita lihat banyak yang masih berteriak-teriak mengenai antek asing. Istilah seperti itu, antek asing. Mengenai PKI bangkit. Kalau saya PKI bangkit gebuk saja, gampang," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, hal seperti ini harusnya tidak perlu dibicarakan. Apalagi landasan hukumnya sudah sangat jelas. Seperti masalah PKI, masih berlaku TAP MPR Nomor XXV Tahun 1966 yang tidak membolehkan PKI berdiri lagi.

Termasuk soal isu kalau pemerintahan yang ia pimpin, adalah anti-Islam dan anti-ulama. Isu ini juga diangkat oleh beberapa elite politik.

"Mengenai anti-Islam, anti-ulama, saya pikir cara-cara berpolitik yang beretika harus juga mulai kita sampaikan," katanya.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, ia meminta para purnawirawan TNI bisa turut membantu untuk generasi muda. Agar mereka punya karakter yang baik dalam berpolitik nantinya.

"Bagaimana cara-cara berpolitik yang beretika. Cara bicara yang beretika. Bagaimana menghargai senioritas. Bagaimana menjaga nilai-nilai kesantunan," lanjut Jokowi.

Untuk itu, ia berharap ada pendidikan politik yang baik untuk generasi muda. Agar budaya bangsa dalam politik tetap terjaga.

"Cara politik yang baik kita kembangkan, kita sampaikan pada anak kita sehingga nilai Indonesia betu-betul tidak hilang," katanya. 

sumber: viva.co.id

1 Komentar