Gerakan Shalat Subuh dan Tilawah Alquran, Dua Kebijakan Khalifah Umar bin Abdul Ajiz Atasi Krisis

14 November 17:11 | Dilihat : 362
Gerakan Shalat Subuh dan Tilawah Alquran, Dua Kebijakan Khalifah Umar bin Abdul Ajiz Atasi Krisis Deklarasi GISS di Karawang

Yogyakarta (SI Online) - Salah satu pemerintahan Islam generasi terdahulu yang berhasil adalah zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Meski awalnya ditempa krisis, Khalifah Umar berhasil mengatasi berbagai masalah hingga akhirnya negara menjadi makmur. Sampai-sampai sulit ditemukannya warga yang berhak menerima zakat.

"Ketika krisis, yang dilakukan Khalifah Umar bin Abdul Ajiz diantaranya yaitu menertibkan shalat berjamaah khususnya subuh sehingga jamaah subuhnya seperti shalat jumat," ujar Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Shalat Subuh KH Muhammad al Khaththath saat berceramah di Masjid Baitul Falihin, Karawang, Jawa Barat, Ahad subuh (12/11/2017).

Selain shalat berjamaah, Khalifah Umar juga memerintahkan warganya untuk membiasakan tilawah Alquran secara rutin. "Sampai-sampai orang yang paling malas baca Alquran itu sehari bisa satu juz," kata Ustaz al Khaththtah.

Dengan kebijakan itu, alhamdulillah hanya dalam waktu dua sampai tiga tahun krisis bisa diatasi, tambahnya.

Oleh karena itulah, menurut Ustaz al Khaththath, masyarakat Muslim Indonesia bisa meneladani kebijakan Khalifah Umar bin Abdul Ajiz tersebut. Harapannya ada perbaikan di negeri ini. "Insyaallah kalau GISS bisa dilakukan di seluruh masjid di Indonesia, kemudian jamaah shalat subuhnya seperti jamaah Jumat, itu akan menjadikan Indonesia berkah, aman dan sentosa," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan deklarasi GISS untuk lebih menyemangati jamaah dalam memakmurkan masjid khususnya di waktu subuh. Ada tiga poin yang terkandung pada deklarasi GISS. 

Pertama, umat Islam diminta bertekad melaksanakan shalat subuh berjamaah secara istiqamah. Kedua, umat Islam diminta untuk terus mengajak keluarga, saudara, tetangga, dan temannya untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid daerah masing-masing.

"Dan yang ketiga, kita bertekad dan bercita-cita bahwa pada tahun 2020 shalat subuh di Indonesia seperti shalat Jumat," tandas Ustaz Al Khaththath.

red: adhila

0 Komentar