Buni Yani Dinonis 18 Bulan Penjara, Pengacara Siap Ajukan Banding

14 November 20:06 | Dilihat : 315
 Buni Yani Dinonis 18 Bulan Penjara, Pengacara Siap Ajukan Banding Mantan Ketua MPR HM Amien Rais berorasi di luar sidang , di Gedung Arsip, Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017).

Bandung (SI Online) - Ribuan umat Islam dari berbagai daerah menghadiri sidang pembacaan putusan terhadap terdakwah Buni Yani di Gedung Arsip, Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017). Massa yang tidak tertampung di ruang persidangan melakukan orasi dan dukungan moral kepada Buni Yani. 

Sidang yang dimulai pukul 09.00 wib sempat ditunda untuk melaksanakan shalat Zuhur dan makan siang dan dilanjutkan kembali mulai pukul 13.00 wib.

Menjelang shalat Ashar, majelis hakim yang dipimpin M Saptono membacakan putusan sidang. Dalam kesempatan tersebut Saptono menyatakan bahwa Buni Yani terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yakni mengunggah video Ahok.

Majelis hakim menyatakan, terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah karena telah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik tanpa ijin pemiliknya yakni Pemprov DKI.

Menurut hakim, Buni Yani juga terbukti melawan hukum pidana yakni UU ITE yang dengan sengaja tanpa ijin pemiliknya yakni Pemprov DKI telah mengunggah video tersebut di akun Facebooknya. Postingan itu berupa potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tanggal 27 September 2016, yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

"Untuk itu majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terhadap terdakwa pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan ( 1, 5 tahun),", ujarnya.

Selain itu hakim juga menilai Buni Yuni terbukti telah mengubah durasi video di akun FB-nya tidak sesuai dengan yang aslinya. Disebutkan video asli milik Pemprov DKI berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik. Sementara  video yang diunggah Buni Yani di akun fbnya hanya berdurasi 30 detik.

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Buni Yani dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. JPU menilai Buni Yani terbukti bersalah atas kasus dugaan pelanggaran UU ITE Pasal 32 ayat 1.

Mendengar putusan tersebut ribuan massa baik yang di dalam maupun di luar gedung merasa kecewa yang menganggap hakim tidak memutuskan dengan adil. Usai pembacaan putusan tersebut Buni Yani yang ditemani para penasihat hukumnya menemui massa umat Islam yang menunggunya sejak pagi.  Dengan diiringi guyuran hujan Buni Yani naik ke atas mobil soundsystem dengan dipayungi rekannya.

“Allahu Akbar. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas dukungan sahabat-sahabat semua sejak awal persidangan hingga putusan hari ini. Saya merasa sangat terharu dan merasa tidak sendirian. Hari ini putusan telah dijatuhkan dan saya tidak akan berhenti dalam perjuangan untuk mencari dan menemukan keadilan di negeri ini. Ini sudah dikriminalisasi semua,”ungkapnya yang disambut pekik takbir ribuan massa yang rela kehujanan.

Setelah itu Aldwin Rahadian selaku penasihat hukumnya menambahkan bahwa timnya akan segera mengajukan banding atas putusan kepada Buni Yani. Menurut Aldwin putusan majelis hakim tidak berdasar pada fakta selama persidangan. Ia pun mengajak kaum muslimin untuk melawan ketidakadilan di negeri ini termasuk putusan terhadap Buni Yani.

“Setelah ini kita yakin bahwa umat akan bersatu melawan ketidakadilan dan penzaliman kepada umat Islam. Mari kita galang kekuatan yang lebih besar atas putusan yang tidak adil ini,” serunya yang kembali disambut gema takbir.

Menurut Aldwin Rahardian sudah jelas Ahok dinyatakan bersalah dan telah mendapat putusan hukum tetap bahwa terbukti Ahok melakukan penistaan agama. Untuk itu adalah kejanggalan jika kemudian yang mengunggap kembali videonya justru juga ikut dihukum.

Beberapa tokoh juga nampak hadir memberikan dukungan kepada Buni Yani sejak pagi seperti Amien Rais, Fahira Idris, Sodik Mudjahid, Neno Warisman, Habib Novel, Kiwil dan sebagainya. Selain dari wilayah Jabar, Jakarta dan Banten, perwakilan massa yang datang juga ada yang dari Jateng, Jatim, Sumatra, Kalimantan bahkan Sulawesi. Menjelang Maghrib massa baru mulai membubarkan diri dengan tertib. 

rep: suwandi
red: shodiq ramadhan

0 Komentar