#Pemimpin Baru Jakarta

Sah, Gubernur Anies Tetapkan UMP DKI 2018 Rp3,6 Juta

01 November 20:00 | Dilihat : 2557
Sah, Gubernur Anies Tetapkan UMP DKI 2018 Rp3,6 Juta Anies Basswedan-Sandiaga Uno

Jakarta (SI Online) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sebesar Rp3.648,035.-

"Besar kenaikan UMP 8,71 persen, kita tetapkan 2018 Rp3.648,035," kata Anies Baswedan saat mengumumkan di Balai Kota Jakarta, Rabu, 1 November 2017.‎

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta Priyono mengatakan, Dewan Pengupahan DKI merekomendasikan tiga angka UMP 2018 kepada Gubernur.

Usulan UMP 2018 dari Serikat Pekerja sebesar Rp3.917.398. Angka itu didapat dari kebutuhan hidup layak
(KHL) dikali pertumbuhan ekonomi dan inflasi 8,71 persen.

"Ada juga usulan unsur pengusaha dan pemerintah sesuai dengan PP 78 tahun 2015 naik 8,71 persen menjadi Rp3.648.035," ujar Priyono.

Dari unsur buruh, ucap Priyono, perubahan nilai terjadi karena kenaikan tiga hal, yakni listrik, sewa rumah, dan transportasi.

"(Survei) untuk mengakomodasi keinginan (buruh) karena bagaimanapun juga akan sebagai perbandingan," ujar dia.

Sidang Dewan Pengupahan DKI Jakarta berjalan sangat alot karena anggota Dewan Pengupahan dari unsur Serikat Pekerja meminta merevisi nilai KHL yang disurvei minggu lalu.

Nilai KHL yang disurvei pada Jumat, 27 Oktober 2017 yang dilakukan bersama tiga unsur menyepakati angka KHL sebesar Rp3.149.631. Namun, pada sidang Dewan Pengupahan hari ini, unsur Serikat Pekerja meminta revisi nilai KHL tersebut.

Tiga komponen KHL diminta direvisi dan dinaikkan. Angka KHL yang direvisi, yaitu kontrakan/sewa rumah yang tadinya 850 ribu menjadi Rp1 juta, transportasi dari Rp450 ribu menjadi Rp600 ribu, dan listrik dari Rp175 ribu menjadi Rp300 ribu.

Turunkan Biaya Hidup

Selain menaikkan Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta, Anies mengaku akan menurunkan biaya hidup warga Jakarta. "Satu sisi kita naikkan UMP, tapi sisi lain kita turunkan biaya hidupnya," ujar Anies. 

Cara menurukan biaya hidup untuk penerima UMP DKI 2018 tersebut, kata Anies, yakni pemberian subsidi pangan, pemotongan biaya transportasi, dan biaya pendidikan.

"Dengan cara subsidi pangan, kemudian pemotongan biaya transportasi, dan ketiga biaya pendidikan anak-anaknya dipermudah," kata dia.

Anies menyebutkan, penetapan UMP tidak mudah dan penuh proses panjang. Namun, berkat Wagub DKI Sandiaga Uno, proses tersebut berjalan lancar.

"Tidak sederhana negosiasi panjang, wagub banyak pengalaman proses lancar," tandas Anies.

red: A Syakira

0 Komentar