#Pemimpin Baru Jakarta

Harapan Ulama Betawi untuk Pemimpin Baru DKI

19 Oktober 19:03 | Dilihat : 1034
Harapan Ulama Betawi untuk Pemimpin Baru DKI KH Cholil Ridwan (tengah)

Jakarta (SI Online) - Ulama Betawi KH Cholil Ridwan memiliki harapan dengan hadirnya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru. Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menekankan pentingnya membangun Jakarta yang bernuansa religius.

"Bang Anies dan Bang Sandi yang kami banggakan dan harapan kami. Terus terang semenjak merdeka 72 tahun yang lalu Jakarta sebagai ibu kota RI, warganya belum merasakan turunnya keberkahan dari Yang Maha Kuasa baik dalam bentuk kesejahteraan, keamanan, ketertiban, kenyamanan terutama di kalangan masyarakat bawah mayoritas penghuni Jakarta," ujar Kyai yang selalu mengaku sebagai anak Betawi asli 24 karat itu.

Menurutnya, disamping kerja keras praktek di lapangan, pemimpin Jakarta juga harus membaca surat Al-A’raf ayat 96 dan menghayatinya.

"Semoga Bang Anis dan Bang Sandi sepakat dengan saya bahwa Jakarta tidak akan dapat keberkahan dari Allah kecuali kalau kita berusaha keras untuk menjadikan Jakarta sebagai Madinah Shalihah, kota yang saleh. Usaha tersebut bisa dilakukan hanya dengan mengimbau umat agar taat beribadah dan berperilaku Islami dengan akhlaqul karimah," pesan Kyai Cholil.

Dari sisi lain, kata Kyai Cholil, perlu ada keberanian dari Bang Anies-Sandi untuk menjadi teladan bagi warga dengan memiliki keluarga yang taat dan saleh. Dan sebagai pemegang amanah, maka Jakarta harus di bersihkan dari semua kemungkaran, seperti prostitusi dan perjudian serta menutup pabrik miras dan berjihad memerangi narkoba dan korupsi. "Insya Allah niat menjadikan Jakarta kota religius akan didukung oleh warga Jakarta dan mendapat pertolongan Allah dan Ridhonya," katanya.

Selain itu, Kyai Cholil juga berharap adanya perubahan dalam bidang tata kota khususnya terkait adanya simbol-simbol yang tidak terkait kota Jakarta. "Gantilah dengan simbol yang berkaitan dengan kota Jakarta, apalagi mengingat sejarah Jakarta adalah hasil dari jerih payah dan tetesan darah tentara KH Fatahillah yang merebutnya dari penjajah Portugis," tandasnya.

red: adhila

0 Komentar