#Pemimpin Baru Jakarta

Fahira: Meski Tantangannya Berat, Warga DKI Siap di Belakang Anies-Sandi

19 Oktober 12:44 | Dilihat : 893
Fahira: Meski Tantangannya Berat, Warga DKI Siap di Belakang Anies-Sandi Fahira Idris (kanan) bersama Anies Baswedan

Jakarta (SI Online) - Ketua Komite III DPD Fahira Idris menilai, tantangan memimpin Jakarta yang diamanahkan kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tergolong berat. 

"Saat ini saja, Anies-Sandi sudah mendapat tantangan untuk merealisasikan janji kerjanya yaitu menghentikan reklamasi karena Pemerintah Pusat melalui Kemenki Kemaritiman mencabut Moratorium reklamasi 17 Pulau di Pesisir Utara Jakarta," ujar Fahira melalui pernyataannya yang diterima Suara Islam Online.

Senator Jakarta itu mengatakan, tantangan seperti itu akan terus ada ke depannya. "Pesan saya tetap amanat dan teguh memegang janji-janji kerja yang diucapkan saat kampanye. Apapun tantangan untuk mewujudkan itu, kami rakyat Jakarta ada di belakang dan terus mendukung Anies-Sandi," ungkapnya.

"Saya juga menyakini baik Mas Anies maupun Bang Sandi adalah orang-orang yang amanah, untuk itu saya mengajak warga Jakarta untuk mendukung kebijakan dan program-program keduanya nanti setelah dilantik untuk merealisasikan janji-janji kerja keduanya," tambah Fahira.

Selain menjadi pemimpin yang amanah, ia juga berharap, Anies-Sandi mampu menerapkan sistem open government dalam setiap kebijakan dan programnya nanti. "Open government itu bukan sekadar keterbukaan informasi seperti yang dilakukan pemprov DKI saat ini, tetapi lebih luas dari itu," tuturnya.

Fahira menjelaskan, syarat sebuah pemerintahan dikatakan sudah mengimplementasikan open government adalah saat pemerintahan itu membuka pintu sebesar-besarnya bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkolaborasi dan berperan aktif menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan dan persoalan-persoalan lain yang mereka hadapi. 

"Jadi kunci utama program pemerintah berjalan adalah adanya partisipasi dan kolaborasi antara pemprov dan publik. Partisipasi dan kolaborasi ini yang selama ini tidak terbangun di Jakarta," jelasnya.

red: adhila

0 Komentar