Ustaz Ibat Tujuh Hari Koma Akibat Dihantam Truk

18 Oktober 02:59 | Dilihat : 569
Ustaz Ibat Tujuh Hari Koma Akibat Dihantam Truk Ustaz Ibat masih tergolek di ruang ICU RSUD Dradjat Prwairanegara, Serang, Banten.

Serang (SI Online) - Sudah sepekan Muhammad Hibatullah (32) tergolek lemah di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dradjat Prawiranegara Serang Banten. Sempat koma, aktivis dakwah yang akrab disapa Ustaz Ibat ini tak sadarkan diri akibat kecelakaan hebat pada Jumat (6/10/2017) lalu.

Seperti dilansir situs Infaq Dakwah Center (IDC), musibah dialami Ustaz Ibad saat pulang ke rumahnya di Kampung Mayat Serang Banten, untuk mengurus pengobatan sang adik yang tengah sakit paru-paru. Ibat memang dikenal sangat perhatian dan dekat dengan keluarga, terutama terhadap sang adik kesayangannya yang memiliki prestasi yang bagus di pesantren. Ia pernah menjuarai lomba tahfizhul Qur’an tingkat anak-anak di Ciputat, Tangerang Selatan.

Usai menjenguk sang adik, dalam perjalanan kembali ke Masjid Al-Istiqomah Ciputat, motor yang dikendarai Ibat dihantam truk tronton. Ia mengalami luka parah: bibir atasnya sobek hingga hidung; rahangnya mengalami pergeseran dan harus dioperasi; tulang pinggulnya retak; pelipis dan jari tangannya sobek. Hingga berita ini dilansir, Ustadz Ibat masih menjalani perawatan intensif.

Ustaz Ibat adalah guru agama dan salah satu imam Masjid Al-Istiqomah WR Supratman Ciputat, Tangerang Selatan Banten. Di mata para pengurus masjid, Ustadz Ibat adalah mujahid dakwah yang shalih. Dengan kefasihannya membaca Al-Qur’an dan ilmu agama yang ditimba di pesantren, Ustadz Ibad mendedikasikan ilmunya dengan menjadi guru Al-Qur’an di madrasah.

Ustaz Arif Hidayatullah, imam rawatib Masjid Al-Istiqomah mengakui bacaan Al-Qur’an Ibat cukup bagus. Akhlak selama berinteraksi di masjid juga sangat baik. “Karena di lulusan pesantren Salaf, akhlaknya baik dan polos,” imbuhnya.

Spirit cinta masjid sudah mendarah daging dalam diri Ustadz Ibad. Untuk kemakmuran masjid, pekerjaan apapun dilakukan dengan suka cita.

“Beliau memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang cukup bagus. Akhlaknya baik, santun dan sangat layak tinggal di masjid. Beliau di sini membantu DKM, menjadi muazin, imam cadangan rawatib, dan mengajar anak-anak. Selain itu juga membantu kegiatan lainnya di masjid, dan bersih-bersih masjid,” papar Agus Hermanto, Pengurus DKM Al-Istiqomah kepada Relawan IDC, Jumat (13/10/2017).

Karenanya ia mengajak kaum Muslimin untuk membantu pengobatan Ustadz Ibat. “Jadi kami sudah berusaha menggalang dana untuk membantu beliau. Sekaligus pada kesempatan ini, kami mengharapkan kepada para donatur untuk sama-sama berbagi membantu meringankan beban beliau dan keluarganya,” imbaunya.

Senada itu, Ustadz Abdullah Robbani, penulis best seller buku “Perang Akhir Zaman” yang juga jamaah rawatib Masjid Al-Istiqomah, mengapresiasi upaya IDC yang segera terjun langsung membantu Hibatullah.

“Alhamdulillah dengan secepatnya tiba-tiba salah satu ikhwan dari IDC menghubungi saya, padahal kita tidak saling mengenal, tapi imanlah yang mempertemukan kita. Dalam waktu dekat bahkan hari ini mereka datang langsung ke RSUD serang untuk menjenguk dengan menggunakan ambulance. Subhanallah, masih ada hamba Allah yang tergerak hatinya untuk menangani masalah-masalah kaum Muslimin,” tuturnya.

Ustadz Abdullah Robbani mengajak kaum Muslimin membantu saudaranya yang tengah dilanda musibah. Rasulullah Saw menegaskan: “Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya...” (HR Muslim).

Smentara itu, Heni, kakak perempuan Hibatullah, tak henti-hentinya menyeka air mata yang menetes, saat menemani sang adik tercinta di ruang ICU RSUD Serang Banten. Ia begitu terpukul atas musibah yang menimpa sang adik. Meski demikian, ia berusaha tegar sambil berikhtiar agar Ibat diberikan kesembuhan oleh Allah Ta’ala.

“Harapannya ya pastinya ingin sembuh total, supaya cepat sadar, jangan lama-lama di rumah sakit. Dia mah sopan sama orang tua, ikut bertanggung jawab juga sama adik-adiknya. Dia anak shalih, inginnya dia sembuh total, itu saja,” kata Heni kepada Relawan IDC.

Ustadz Hibatullah adalah anak keempat dari delapan bersaudara, berasal dari keluarga yang sederhana. Kedua orang tuanya, Heri (62) dan Liyah (59) hanyalah seorang petani. Dengan penghasilan yang pas-pasan, biaya pengobatan Ibad menjadi beban berat di pihak keluarga, apalagi ia belum memiliki fasilitas BPJS.

Bagi pembaca yang ingin membantu pengobatan Ustadz Hibatullah bisa disalurkan melalui program Solidaritas Keluarga Mujahidin Infaq Dakwah Center dengan menghubungi nomor 0812 270 0020.

red: A Syakira

0 Komentar