Ustaz Arifin Ingin Tunjukkan Poligami yang Sakinah

12 Oktober 14:55 | Dilihat : 1077
Ustaz Arifin Ingin Tunjukkan Poligami yang Sakinah Ustaz Arifin Ilham bersama ketiga istrinya

Bogor (SI Online) - Rumah tangga sakinah adalah buah dari energi keimanan, apapun yang didasari iman akan melahirkan kebaikan. Termasuk poligami, itu harus benar dilakukan dengan dasar iman, kalau tidak akan berdosa dan berat tanggungjawabnya di akherat. Demikian dikatakan KH Muhammad Arifin Ilham saat bersilaturahim dengan Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Rabu malam (11/10).

Diskusi mengenai Taadud (poligami) yang dilakukan Pimpinan Majelis Az Zikra itu memang sedang hangat dibicarakan pasca beredarnya foto-foto dirinya bersama ketiga istrinya. Menurut Ustaz Arifin, pernikahan harus dipublikasikan karena ajaran Islam menuntut demikian. Hal tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah Saw yang berbunyi, “Umumkanlah pernikahan, selenggarakanlah di masjid dan bunyikanlah tetabuhan”. (HR : Ahmad dan Tirmidzi). Serta hadits lainnya, “Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan”. (HR Ummu Salamah ra).

Ustaz Arifin tidak setuju poligami dilaksanakan dengan sembunyi-sembunyi, karena akan menimbulkan banyak dusta. Karena itu, selama yang dilakukan sesuai ajaran Islam ia tidak khawatir dengan adanya pihak-pihak yang tidak suka dengan poligaminya.

Menurutnya, keputusannya berpoligami salah satunya ingin "mendobrak" sikap kaku yang ada masyarakat tentang masalah tersebut. Bahkan ada tokoh liberal yang mengatakan mana ada poligami sakinah itu? "Karena itu harus ada contoh bahwa ini adalah bagian dari syariat, yang jika dilakukan dengan benar itu akan indah," jelasnya. 

"Dan proses poligami yang Arifin lakukan tidak serta merta, butuh proses yang lama juga. Waktu poligami pertama itu 10 tahun prosesnya, dan itu melalui istikhoroh berkali-kali dan meminta petunjuk para ulama. Termasuk yang ketiga, saya bermimpi beberapa kali dan setelah istikhoroh lalu yakin, kemudian istri yang melamarkannya,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, para istrinya selama ini terlihat rukun dan kompak. Salah satu merawat hubungan diantara mereka dengan senantiasa tiap minggu memberi pengajian khusus kepada istri-istrinya. Selain itu, Ustaz juga selalu menjaga shalat malam bersama istrinya. Dengan bertahajud, kata dia, wibawa suami menjadi tinggi dihadapan istrinya.

Meski demikian, kata Ustaz Arifin, poligami tidak boleh sembarangan. Banyak syarat yang harus dipenuhi agar berjalan baik. “Untuk taaddud, harus kuat iman, kuat ilmu, kuat harta, kuat fisik dan kuat dukungan keluarga,” terangnya.

Memang selama ini, sudah banyak yang sukses berpoligami meski tidak diketahui publik. Karena itulah, dengan "dobrakannya" itu ia berharap masyarakat tidak anti dengan salah satu ajaran dari syariat Islam ini.

Ia juga menjelaskan, bahwa wanita itu pada dasarnya akan cemburu jika dimadu. Namun dengan keimanan yang tinggi, rasa cemburu itu akan dikalahkan dengan keimanan itu. “Karena itu didiklah istri itu cinta kepada Allah, Rasulullah, sahabat dan para ulama. Bukan cinta kepada diri kita,” terangnya. Dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka iman istri menjadi kuat.

Dalam pertemuan tersebut, Ustaz Arifin juga membahas tulisannya terkait poligami. Tulisan tersebut sudah lama ia tulis berdasarkan ilmu dan renungan yang dilakukan. Berikut tulisannya:

Duhai sahabatku yang kucintai karena Allah
Jangan main-main dengan poligami!
Poligami syariat Allah
Yang dicontohkan Rasulullah
Izin dan ridho orang tua
Suami imam teladan lebih dahulu
Persiapan ilmu terutama kewajiban dalam berpoligami
Jangan melangkah tanpa kesiapan istri pertama
Fahamkan pada keluarga terutama anak-anak
Sabar prosesnya
Jangan sembunyi sembunyi dengan banyak dusta
Nikah itu syiar Islam
Sejuta hikmah tetapi besar pula mudhoratnya bagi yang belum faham
Nikah bukan harga yang bisa dibagi-bagi
Tetapi nilai justru bertambah cinta sayangnya
Resmi taat hukum negara sehingga statusnya jelas terhormat
Membutuhkan kekuatan fisik dan harta
Adil tegak karena kerelaan, kesepakatan, dan proporsional
Jangan terlalu condong pada pertama apalagi yang kedua
Mengaku sayang istri tetapi berzina itu penghianat sejati
Istri pertama “The Historical Queen” ratu yang penuh kenangan
Kenalkan, persaudarakan keduanya hingga saling sayang
Selesaikan masalah dengan sabar, lembut, bijak dan nasehat guru
Jangan menyakiti, sayangi keduanya sebagai amanah Allah
Pilarnya: ketaqwaan, tahajjud, doa, cinta dan keteladanan
Ajak dan ingatkan diri dan kedua istri dahsyatnya akhirat
Jadikanlah rumah tangga sebaga musholla, madrasah dan Syurga
Kalaupun cerai karena terpaksa, darurat dan itupun dengan cara terbaik
“So jangan main main dengan hukum Allah, kalau tidak mampu lebih baik bersabar dan berbahagia dengan cukup satu istri!”

Kembali Ustaz Arifin menegaskan, bahwa poligami tidak boleh sembarangan. Karena itu poin-poin tulisannya harus dikupas tuntas semuanya. Hal tersebut, rencananya akan ia tuliskan secara lengkap dalam sebuah buku.

Selain itu, meski ada yang tidak suka dengan poligaminya. Hal itu tidak membawa pengaruh pada jamaah majelis zikirnya, justru yang terjadi malah bertambah banyak jamaahnya. "Sekarang ceramah dimana-mana tambah heboh, ibu-ibunya juga tambah banyak, tidak berkurang. Bahkan saat ceramah yang terbaru, ada ibu-ibu yang menyarankan agar ustaz menikah lagi," tandasnya sambil tersenyum canda.

red: syaif

0 Komentar