Sejumlah Komunitas Gelar Aksi Hijab Solidarity

24 September 12:08 | Dilihat : 372
Sejumlah Komunitas Gelar Aksi Hijab Solidarity Aksi International Hijab Solidarity Day

Jakarta (SI Online) - Sebagai identitas perempuan muslim, hijab adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Komunitas Islam se-Jabodetabek menyelenggarakan orasi dan longmarch dalam memperingati International Hijab Solidarity Day (IHSD), di kawasan Car Free Day Jakarta, Ahad (24/9).

Kegiatan ini dimeriahkan oleh sinergi komunitas yaitu Solidaritas Peduli Jilbab, Aku Cinta Islam, Jakarta Islamic Centre Broadcast School, Dakwah Harian, Rumah Dakwah Indonesia, GEMA 165 Jakarta, Syiar Hijrah, KAMMI Jakarta Timur, Jakarta Sinergi, Tangerang Sinergi, Pemuda Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jakarta, Gerakan Membersihkan Masjid (GEMAS), Dompet Dhuafa Volunteer (DDV), Manjaddawajada, One Day One Juz, Halaqah Anak Minangkabau (HAMKA), Muslim Designer Community, Sahabat Syari Indonesia (SASI), The Real Ummi, Hafizh On The Street ,​Paskhas KAMMI Jakarta, Hijab Syar’i Tangerang (HST), Bidik Production, DOR, ABATASA, Double Layer, Relawan Sinergi KPM, BSMI, KUTUB, Komunitas Backpacker 212, Semut Ibrahim, YI-Lead, Ashabul Kahfi, #IndonesiaTanpaJIL, Muda berdakwah, Sedekah Harian, LK ESQ, dan Remisya.

“Diharapkan IHSD dapat menjadi semangat bagi para muslimah untuk percaya diri dengan jilbab syar’i-nya,” ujar Koordinator IHSD 2017, Rara Sifa Fauziah, di Jakarta, Ahad (24/9).

Dia melanjutkan bahwa hijab seharusnya tidak menghalangi apapun para muslimah untuk tetap berkarya dan berprestasi. “Diharapkan IHSD lebih banyak mengajak muslimah untuk berjilbab syar’i dengan penuh percaya diri dan tetap berprestasi,” ujar Rara.

Berbeda dari tahun kemarin, tahun ini IHSD mengadakan senam massal sebagai pembuka acara. Humas IHSD Alwi mengatakan, senam tersebut dapat membuktikan bahwa meski berhijab syar'i, perempuan masih dapat beraktivitas fisik.

Simpit (19 tahun), salah satu simpatisan yang mengikuti senam di aksi tersebut menuturkan, ia tetap bebas bergerak meski mengenakan hijab. "Teman-teman nggak perlu takut untuk berjilbab syar'i. Memang panas tapi nggak akan sepanas seperti di neraka," ujarnya.

red: adhila

0 Komentar