TvOne akan Tayangkan Film G30S/PKI, Begini Alasannya

22 September 14:52 | Dilihat : 2796
TvOne akan Tayangkan Film G30S/PKI, Begini Alasannya Ilustrasi: Nobar Film G30S/PKI di Makopassus, Cijantung.

Jakarta (SI Online) - Di tengah maraknya pemutaran film G30S/PKI oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), stasiun televisi nasional tvOne, berencana untuk turut menayangkan juga. Hanya saja, waktu pemutaran belum dipastikan. 

"Betul, kami akan tayangkan," ujarnya Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas, Jumat, 22 September 2017, seperti dilansir VIVA.co.id. 

Menurut Karni, tvOne akan menayangkan film tersebut lantaran film itu memuat sejarah yang sangat besar, seperti presiden berganti, pahlawan revolusi yang tertembak. Selain itu, lanjut Karni, film tersebut untuk pembelajaran bagi generasi muda tentang apa yang terjadi pada tahun 1965, di mana anak-anak sekarang banyak yang belum lahir.

Tak hanya itu. Karni mengemukakan, tvOne berencana menayangkan film tersebut lantaran isu mengenai film tersebut tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. "Bagaimanapun itu isu yang sangat ramai sekarang ini, kami mana yang lagi hot saja," ujarnya.

Rencana penayangan film ini, menurut Karni, telah mendapat lampu hijau dari sejumlah kalangan. "Presiden, Panglima, semua tidak ada yang keberatan untuk ditayangkan," kata Karni. 

Namun, Karni belum dapat memastikan waktu tayang film itu di tvOne."Belum diputuskan apa tanggal 30, 29 atau sebelumnya," ujarnya.

Seperti diketahui, pemutaran kembali film G30S/PKI tengah menarik perhatian publik. Kontroversi pun muncul soal itu. Ada yang pro, ada juga yang kontra.

Sebelumnya, film yang disutradarai Arifin C. Noer itu ditayangkan di stasiun televisi TVRI setiap tahun setiap 30 September malam. Namun, sejak 1998 ketika era reformasi bergulir, film berdurasi sekitar empat jam tersebut tak lagi ditayangkan. Menurut Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah beralasan, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi saat itu. []

0 Komentar