Ini Penjelasan Pengacara Yusuf Mansur Soal Investasi Condotel Moya Vidi

12 September 05:16 | Dilihat : 1783
 Ini Penjelasan Pengacara Yusuf Mansur Soal  Investasi  Condotel Moya Vidi Kuasa hukum Ustaz Yusuf Mansur (UYM) Ina Rahman saat konferensi pers di bilangan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (10/9/2017) lalu.

Jakarta (SI Online)-Kuasa hukum Ustaz Yusuf Mansur (UYM) Ina Rahman angkat bicara terkait status penyidikan terhadap perkara dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi Kondominium Condotel Moya Vidi yang melibatkan terlapor UYM.

Awalnya, kata dia, UYM enggan membesar-besarkan persoalan yang bersifat tuduhan miring. Namun karena menimbulkan kegelisahan para manajemen bisnis dan sosial di bawah UYM, Yusuf Mansur bersama kuasa hukumnya memberikan klarifikasi melalui awak media.

"Konferensi ini digelar karena para Mitra PayTren yang terus menanyakan kepada leader-nya, termasuk kabar yang menyatakan Ustaz akan dijadikan sebagai tersangka. Benang merah dari kasus ini adalah ada orang yang ingin bisnisnya Ustaz tidak maju dan tidak berkembang," kata Ina Rahman di bilangan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (10/9/2017) lalu.

Terlebih, jelas Ina, PayTren merupakan bisnis payment gateway yang sudah memiliki izin lengkap dan salah satu bisnis yang dimiliki oleh UYM. Kendati demikian, Yusuf bersyukur para Mitra PayTren tetap percaya terhadap dirinya.

"Kita tahu bersama PayTren saat ini sedang booming, namun di satu sisi banyak juga pihak-pihak yang ingin menjatuhkan bisnis ini," ungkapnya.

Ditambah, kata Ina, kasus yang ada di Polda Jatim dengan PayTren tidak ada hubungannya sama sekali. Persoalan apartemen Moya Vidi merupakan tanggung jawab managemen sebelumnya yang tidak mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

"Awalnya manajemen apartemen Moya Vidi sangat amburadul, sehingga UYM iba dan ingin membantu proyek tersebut melalui koperasi yang didanai oleh teman-temannya sendiri. Harusnya kalau mereka (korban) mau menuntut, iya minta kepada manajemen lama. Kalau orang bilang itu merupakan perusahaan Pak Ustaz silakan ditunjukkan di atas hitam putihnya yang mana," paparnya.

Chief Legal Officer PayTren itu mempersilakan masyarakat kapanpun dan dimanapun yang melihat keanehan bisnis investasi yang ditawarkan oleh Yusuf Mansur untuk melakukan klarifikasi bahkan ditempuh melalui ranah hukum

"Saya warga negara Indonesia, memahami dan patuh kepada aturan hukum. Nah, kalau saya merasa benar tapi orang lain melihat salah, atau sebaliknya, saya menerima konsekuensi hukumnya," ucap Ina menirukan perkataan Yusuf.

Selanjutnya, dia akan menggugat para pelapor dan meminta untuk berhati-hati, karena semua tindakan hukum yang tidak ada buktinya akan ada timbal baliknya. 

"Mungkin dari Ustaz tidak melakukan, tetapi dari PayTren, Daarul Qur'an atau Koperasi yang memiliki manajemen tersendiri akan melakukan laporan balik," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Agung Yudha Wibowo menjelaskan, setelah gelar perkara dan meningkatkan status penyidikan, proses selanjutnya adalah memanggil para pihak yang terkait dalam perkara ini.

"Kami panggil pelapor, saksi-saksi, jika perlu memanggil ahli. Prosesnya masih panjang sampai terakhir nanti memanggil terlapor," ujarnya. [AZ]

0 Komentar