Melalui Rakor, Kemenag Serap Aspirasi dari Ulama dan Ormas Islam

12 Agustus 06:57 | Dilihat : 256
Melalui Rakor, Kemenag Serap Aspirasi dari Ulama dan Ormas Islam Peserta Rapat Koordinasi Penguatan Fungsi Agama dalam Pembangunan Nasional yang digagas Bimas Islam Kemenag RI

Jakarta (SI Online) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama RI menggelar “Rapat Koordinasi Penguatan Fungsi Agama dalam Pembangunan Nasional” selama tiga hari 10-12 Agustus 2017 di Mercure Hotels, Ancol, Jakarta.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag, mengatakan, rapat koordinasi ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi program kerja Ditjen Bimas Islam dari sudut pandang masyarakat dan mitra kerja dalam menyelesaikan permasalahan umat yang berpotensi menghambat pembangunan nasional.

“Hasil evaluasi akan dikembangkan menjadi grand desain program kerja Ditjen Bimas Islam agar lebih menyentuh, lebih efektif dalam menyelesaikan permasalahan umat Islam di Indonesia,” ujar Amin.

Dikatakan Amin, stakeholder (Komisi VIII DPR RI, Kementerian PPN/Bappenas, DJA Kemenkeu, dan Kementerian Agama) sebagai pengambil kebijakan harus duduk bersama, untuk mendengar dan menilai kebutuhan serta permasalahan umat yang muncul secara proporsional, sehingga sistem dan manajemen penganggaran dan perencanaan program kerja menjadi lebih efektif, efesien, dan profesional.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, Ditjen Bimas Islam perlu melaksanakan sebuah program yang menjadi sarana untuk “menyerap aspirasi’ dengan mendengarkan saran, kritik, serta evaluasi program kebimasislaman dari tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, media, serta Organisasi Kemasyarakatan Islam.”

Program ini memiliki nilai yang sangat strategis untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap Ditjen Bimas Islam, serta mengevaluasi agar seluruh program yang dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam dapat dirasakan kehadirannya secara nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Fungsi Agama dalam Pembangunan Nasional ini Ditjen’Bimas Islam mengajak stakeholders dan lembaga mitra untuk berkontribusi dalam penguatan program bimbingan masyarakat Islam.

“Kami berharap dari forum ini Iahir ide-ide progresif yang akan menjadi spirit dalam program Bimas Islam di tahun mendatang. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk masa depan Bimas Islam,” kata Amin.

Dalam acara yang dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini, Dirjen Bimas Islam menerima berbagai masukan dan aspirasi melalui sidang komisi dari para peserta. Komisi itu sendiri dibagi menjadi empat bidang, antara lain: 

Komisi A, bidang urusan agama Islam dan pembinaan syariah.
Komisi B, bidang bina KUA dan keluarga sakinah.
Komisi C, bidang penerangan agama Islam.
Komisi D, bidang pemberdayaan zakat dan wakaf.

Tidak hanya bidang yang disebutkan diatas, masukan bidang lainnya seperti penguatan media Islam sebagai mitra hingga masalah faktual seperti bagaimana meningkatkan potensi sumber daya masjid untuk ikut berperan menanggani masalah darurat narkoba turut diserap oleh Bimas Islam.

Setelah semua aspirasi ditampung, Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin turut menyampaikan rekomendasinya dan menutup acara tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada para ulama, pimpinan ormas, tokoh masyarakat, media serta perwakilan kepala kanwil dari seluruh Indonesia bisa hadir di acara tersebut.

red: adhila
 

0 Komentar