FUI: Polri Harus Proses Hukum Victor Laiskodat

10 Agustus 14:35 | Dilihat : 1966
  FUI: Polri Harus Proses Hukum Victor Laiskodat Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath dan delegasi menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk menyampaikan sikap terkait pidato ngawur dan firnah politisi NasDem Victor Laiskodat, Kamis (10/08) di Gedung DPR RI. [foto: Twitter Fadli Zon]

Jakarta (SI Online) – Forum Umat Islam (FUI) meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memproses hukum politisi Partai NasDem Victor B Laiskodat yang dinilai telah melakukan fitnah dan penodaan terhadap ajaran agama Islam. 

“Meminta kepada Polri sebagai pihak yang berwenang untuk segera memproses hukum kasus tersebut dalam rangka menegakkan keadilan dan memenuhi rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (10/08/2017). 

Pernyataan FUI ini sekaligus dibacakan di depan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantara III DPR, Kamis siang.  

FUI menilai pidato Ketua Fraksi NasDem DPR-RI Victor B Laiskodat di Kupang, NTT pada 1 Agustus  2017 lalu berisi fitnah dan penodaan terhadap agama Islam, khususnya tuduhan bahwa ajaran Islam memaksa warga negara non muslim untuk memeluk agama Islam, dan adanya ancaman pembunuhan terhadap umat Islam.

“Sangat prihatin dengan pernyataan dalam pidato yang provokatif tersebut yang sangat meresahkan umat Islam, dan sangat dikhawatirkan akan  menimbulkan gejolak nasional seperti kasus penghinaan terhadap Alquran Surat Al Maidah ayat 51 dalam pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum lama ini,” ungkap Al Khaththath. 

Kepada Victor dan Partai NasDem yang menaunginya, FUI  menuntut agar mereka segera meminta maaf dan menyampaikan penyesalannya kepada umat Islam secara terbuka atas kelalaian dan kecerobohannya dalam pidato provokatif tersebut.  

Sementara kepada pimpinan DPR, FUI meminta agar menyampaikan pernyataan keprihatinan ini kepada Fraksi Nasdem DPR-RI dan Badan Kehormatan DPR-RI untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Selanjutnya, kepada umat Islam diseruka agar tetap tenang dan merapatkan barisan untuk bersiap-siaga menrima komando dari para ulama. 

“Meminta umat Islam untuk tetap tenang dan semakin merapatkan barisan serta bersiap-siaga menerima komando ulama dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat demi menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. 

Red: shodiq ramadhan 

0 Komentar