Raih Sertifikat Syariah, Ustaz Yusuf Mansur: Pendapat PayTren Haram Terbantahkan

10 Agustus 02:12 | Dilihat : 897
Raih Sertifikat Syariah, Ustaz Yusuf Mansur: Pendapat PayTren Haram Terbantahkan Pemilik PayTren Ustaz Yusuf Mansur (kiri) saat berbincang dengan sejumlah media Islam di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu malam (09/08/2017).

Jakarta (SI Online) - Perusahaan teknologi finansial (fintech) PayTren yang dimiliki Ustaz Yusuf Mansur kini telah dinyatakan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Hal itu dibuktikan dengan diterimanya Sertifikat Syariah dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada Senin (07/08) lalu. 

Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan, dengan adanya sertifikat ini, maka tudingan bahwa PayTren tidak sesuai dengan syariah sudah terbantahkan. 

"Pendapat (yang menyatakan) PayTren haram itu terbantahkan. Saya memaklumi yang bilang PayTren haram. Tapi lembaga resmi yang memutuskan halal haram itu MUI. Kalau di luar MUI, itu pendapat saja," jelas Ustaz Yusuf Mansur saat berbincang dengan sejumlah media Islam di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu malam (09/08/2017). 

Menurut Yusuf Mansur, sertifikat syariah ini akan berlaku tetap. Karena itu untuk mengawasi agar PayTren selalu berjalan pada koridor syariah Islam, telah dibentuk Dewan Pengawas Syariah dengan anggota yang ditunjuk oleh DSN-MUI yakni Adiwarman A Karim dan Bukhori Muslim. 

Meski telah dinyatakan sesuai dengan syariah, lanjut Yusuf Mansur, pihaknya saat ini mendapatkan kabar adanya isu baru. PayTren diisukan merekayasa DSN-MUI. 

"Subhanallah... kalau Yusuf Mansur yang yunior ini sanggup merekayasa seorang Kyai Ma'ruf Amin, termasuk merekayasa para profesor dan doktor, saya kira saya adalah pelobi yang hebat. Prestasi. Kalau ditarik mundur, berarti saya juga merekayasa BKPM, Kemendag, dan Tim Investigasi," bantah dia. 

Yusuf Mansur menyebut, kalangan yang menyerang pihaknya itu telah bersu'uzan dan bahkan merendahkan DSN-MUI. Pangasuh Daarul Qur'an ini meyakinkan bahwa proses sertifikasi PayTren di DSN-MUI berlangsung secara bersih. "Proses ini benar-benar bersih dari suap, risywah dan tanda jasa," tegas dia. 

Sertifikasi syariah ini, lanjut Yusuf Mansur, adalah sesuat yang sangat ditunggu-tunggu oleh pihaknya dan juga oleh para penggunanya. "Ini sangat dinanti-nantikan. Mereka jadi juara bertahan. Saya tidak pernah menyerang, tapi menerima, sabar dan bertahan," kata Yusuf menjelaskan strategi dirinya menghadapi serangan dari pihak luar. 

red: shodiq ramadhan

0 Komentar