Gabungan Alumni Parade Tauhid dan Aksi 212 Deklarasikan Parade Munajat 212

14 Juli 15:23 | Dilihat : 1920
Gabungan Alumni Parade Tauhid dan Aksi 212 Deklarasikan Parade Munajat 212 Delarasi Parade Munajat 212 di Masjid Al-Ittihad, Tebet Mas, Jakarta Selatan, 14 Juli 2017.

Jakarta (SI Online) - Shalat Jumat di Masjid Al-Ittihad, Tebet Mas, Jakarta Selatan, 14 Juli 2017 nampak lain dari biasanya. Sebelum khatib naik ke atas mimbar, pihak DKM mengumumkan jika usai shalat Jumat akan digelar Parade Munajat 212. 

Aksi apa lagi Parade Munajat 212?. Bukan aksi seperti biasa. Parade Munajat 212 adalah gerakan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Anggota Dewan Pembina Parade Munajat 212, Ustaz Zaid M Bachmid, memimpin doa yang sangat panjang sebagai tanda dimulainya Parada Munajat di seluruh wilayah Indonesia. 

"Kita berdoa untuk negeri semoga menjadi baldatun thayibatun wa rabbun ghafur," ungkap Ustaz Zaid sebelum memimpin doa. 

Dalam konferensi pers usai pelaksanaan doa bersama, Ketua Parade Munajat 212, Edy Mulyadi, mengatakan, doa adalah kekuatan dahsyat yang melengkapi perjuangan umat Islam. Dengan berdoa, umat Islam  menyadari bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 
 
“Berusaha dan berjuang adalah satu hal. Sedangkan berdoa adalah hal lain. Keduanya harus saling melengkapi. Islam mengajarkan, bahwa hanya kepada Allah SWT yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa kita menyandarkan diri. Itulah sebabnya, hari ini kami deklarasikan Parade Munajat 212 sebagai gerakan Indonesia Berdoa,” ujar Edy Mulyadi, di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta, Jumat (14/07/2017).


 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Parade Munajat 212 ustadz Muhammad Yusuf Marta mengatakan, parade munajat akan digulirkan tidak hanya di Jabodetabek tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia. 

"Perjuangan tidak hanya dengan aksi, saling melapor dan proses hukum. Paling utama adalah doa. Agar ada niat yang baik bisa dikabulkan dan diberi keberhasilan," ungkapnya. 

Sebagai anggota Dewan Pembina GNPF-MUI, Yusuf Marta mengaku turut mendukung gerakan ini. Menurutnya, parade munajat sangatlah perlu dan dapat bersinergi dengan GNPF dan ormas-ormas Islam lainnya. Namun demikian, ia menegaskan tidak akan bersama dengan gerakan-gerakan yang berada di luar jalur, yang tidak bertujuan menegakkan agama. 

"Saya memotivasi, mendukung karena niat yang baik harus dapat dukungan yang baik. Berharap semua lapisan masyarakat, umat Islam ikut membantu menyukseskan acara ini agar mendapat pertolongan Allah Swt," pungkasnya.

Diketahui, kelahiran Parade Munajat 212 dibidani sejumlah alumni Parade Tauhid Indonesia pada 2015 dan alumni Aksi Bela Islam 212. Selain Edy Mulyadi, ada aktivis gerakan Islam Budhi Setiawan sebagai Wakil Ketua dan jurnalis Bilal Muhammad sebagai Sekretaris. Ustadz Muhammad Yusuf Marta duduk sebagai Ketua Dewan Pembina. Selain itu juga ada Ust Zaid M Bachmid dan ust M Zainal Muttaqin sebagai anggota Dewan Pembina. 

red: shodiq ramadhan

0 Komentar