#Salam 2 Tahun

Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob, IPW Desak Menkumham Mundur

22 Juni 16:36 | Dilihat : 2361
Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob, IPW Desak Menkumham Mundur

Jakarta (SI Online) - Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga kini masih berada di Rutan Mako Brimob, Kepala Dua, Depok. Padahal setelah vonisnya dinyatakan incracht harusnya dia dikembalikan ke Lapas Cipinang lagi. 

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai, tidak dipindahkannya Ahok dari Mako Brimob ke Lapas Cipinang merupakan sebuah kesalahan dan pelanggaran hukum serius. Sebab, Mako Brimob bukanlah lembaga permasyarakatan.

"Semua pihak, terutama Menteri Hukum dan HAM harus paham bahwa Rutan Brimob bukan LP. Jika Menteri Hukum dan HAM tidak paham tentang hal ini seharusnya mengundurkan diri saja karena tidak pantas menjadi Menteri Hukum dan HAM," kata Neta, Kamis (22/6/2017).

Dia menerangkan, narapidana harus ditempatkan di Lapas, karena dalam sistem hukum Indonesia dikenal adanya sistem pembinaan bagi narapidana saat menjalani proses hukuman. Artinya, semua napi itu harus dibina tanpa pengecualian, termasuk Ahok. Sebab sistem hukum Indonesia tidak mengenal adanya diskriminasi.

"Sementara yang memiliki sistem dan fasilitas pembinaan terhadap napi hanya LP dan di Rutan tidak ada sistem dan fasilitas pembinaan bagi napi. Apalagi di Rutan Brimob yang luasnya sangat terbatas dan tergolong sempit. Rutan Brimob hanya memiliki empat bangunan berbentuk rumah," jelas Neta.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, penahanan Ahok penuh dengan sandiwara. Fahri menilai, hal itu terjadi karena aparat penegak hukum tidak ikhlas melihat Ahok sengsara.

"Inilah ujungnya tidak ikhlas menersangkakan Ahok, tidak ikhlas menuntut Ahok, persidangannya dibikin sandiwara, penahannya juga dibikin sandiwara, kacau negara seperti ini," kata Fahri di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Untuk itu, ia meminta aparat penegak hukum tidak tunduk dengan intervensi penguasa. "Makanya itu kegagalan kita membangun hukum (masih sering intervensi, red)," tandasnya.

sumber: teropongsenayan.com

0 Komentar