Empat Mie Instan Korea yang Ditarik Belum Bersertifikat Halal MUI

19 Juni 12:43 | Dilihat : 524
Empat Mie Instan Korea yang Ditarik Belum Bersertifikat Halal MUI Mie instan asal Korea yang mengandung babi.

Jakarta (SI Online) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan empat produk mie asal korea yang mengandung babi dan diperintahkan ditarik dari peredaran oleh Badan POM tidak memiliki sertifikasi halal dari MUI. 

Karena itu MUI pun mendukung langkah-langkah Badan POM, yang meminta kepada importir untuk segera menarik kembali produknya dari pasaran, dan melakukan inspeksi untuk memastikan produk mi ini tak ada lagi di pasaran.

"MUI juga mendukung langkah BPOM untuk segera mencabut izin edar empat produk mie instan asal Korea ini," ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, dalam rilis tertulisnya, Senin (19/06/2017).

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) beberapa hari lalu mendeteksi empat produk mi instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. BPOM langsung mengeluarkan surat edaran untuk menarik seluruh produk itu dari pasaran, lantaran tidak mencantumkan informasi mengenai penggunaan babi dalam label kemasannya.

Keempat produk tersebut antara lain, Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Tak hanya itu, MUI juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah ini. Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka, harus dilakukan tindakan hukum kepada semua pihak yang bertanggung jawab.

Sedangkan masyarakat khususnya umat Islam sendiri diimbau untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan.

"Harus cermat membaca ingredient atau daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan, agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama," ucapnya.

red: abu faza

0 Komentar