#Salam 2 Tahun

Ahok Mengundurkan Diri

25 Mei 00:43 | Dilihat : 2023
Ahok Mengundurkan Diri Ahok di Lapas Cipinang, Jakarta.

Jakarta (SI Online) - Sehari setelah mencabut permohonan bandingnya terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam perkara penodaan agama, Ahok juga mengajukan pengunduran dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Status Ahok sudah non-aktif, diberhentikan sementara berdasarkan Kepres No.56 Tahun 2017 tertanggal 12 Mei 2017. Pada tanggal 23 Mei 2017, Ahok mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI sebagai Gubernur DKI, satu hari setelah pencabutan bandingnya," kata Mendagri Tjahjo Kumolo dalam siaran persnya, Rabu (24/05/2017). 

Dengan demikian, ia melanjutkan, Ahok perlu segera diberhentikan secara tetap dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat akan menggantikannya sebagai Gubernur definitif. 

"Jabatan Wagub yang kosong tidak diisi karena sisa waktu kurang dari 18 bulan," kata Tjahjo. 

Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu menyatakan pemberhentian Ahok secara administratif menunggu surat dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengenai pencabutan permohonan banding yang diajukan oleh Ahok.

Anggota tim kuasa hukum Ahok Rolas Sitinjak mengatakan, alasan pengunduran diri tersebut karena Ahok ingin fokus terhadap perkara yang menimpanya.

"Dia mau fokus terhadap perkara. Dan mungkin ada alasan personal lain," ujar Rolas seperti dikutip ANTARA.

Menurut Rolas, Ahok mengirim surat pengunduran dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Selasa (23/5).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai langkah Ahok mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah tepat.

Hal itu dikarenakan pada akhirnya Ahok akan diberhentikan juga, tepatnya setelah status hukum yang menjeratnya berkekuatan hukum tetap.

"Jadi saya kira untuk mempermudah, ya sudah betul lah Pak Ahok mengundurkan diri," kata Taufik, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (24/5/2017).

Menurut Taufik, berdasarkan aturan yang berlaku, pengunduran diri Ahok akan diproses oleh DPRD DKI Jakarta. Adapun DPRD, kata Taufik, nantinya akan mengusulkan pemberhentian Ahok kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Di satu sisi, melalui pemberhentian Ahok sebagai gubernur, Djarot Saiful Hidayat yang tadinya sebagai pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta akan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta definitif.

Pelantikan Djarot sebagai gubernur definitif akan menunggu proses pemberhentian Ahok.

"Bahwa ketika (kasus hukum Ahok) sudah berkekuatan hukum tetap, maka dia hukumnya wajib diberhentikan. Diberhentikan karena pengunduran diri atau permanen tidak dapat menunaikan jabatannya," tutur Taufik.

red: farah abdillah/dbs

0 Komentar