Tokoh FPI Jateng Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM

17 Mei 16:23 | Dilihat : 1440
Tokoh FPI Jateng Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM    Zaenal Petir

Jakarta (SI Online) - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah, Zaenal Abidin, lolos dalam seleksi administrasi calon Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Zaenal termasuk dalam 60 besar calon komisioner. Usai dinyatakan lolos seleksi administrasi, pria asal Semarang itu harus menjalani tes uji Dialog Publik. 

"Iya, saya sudah masuk 60 besar. Dari awal saya memang ingin memberi sumbangsih pemikiran untuk masyarakat dengan masuk di Komnas HAM, " kata Zaenal seperti dikutip VIVA co.id, Selasa (16/05/2017).

Zaenal Petir, panggilan akrabnya, mengaku tidak terganggu dengan statusnya yang kini menjadi anggota FPI. Baginya, untuk menjadi pejabat publik, termasuk Komnas HAM, merupakan hak setiap warga negara yang telah diatur dalam Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Saya yakin Pansel Komnas HAM sangat profesional. Jadi saya yakin mereka akan melihat secara fakta dan tak terpengaruh berbagai isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dari luar, " katanya. 

Lebih jauh, Zaenal mengaku motivasinya mendaftar calon komisioner Komnas HAM tidak terkait dengan sejumlah kasus yang saat ini tengah dihadapi FPI dan ormas Islam lain saat ini. Ia menyebut keinginan itu murni untuk memajukan penegakan HAM di Indonesia yang dia nilai belum maksimal. 
 
"Saya tertarik masuk Komans HAM untuk melakukan penyadaran ke masyarakat. Komnas HAM bisa diterima masyarakat, kalau akhirnya masyarakat bisa mengerti hak dasar mereka apa saja dan seperti apa, " ujar Zaenal.

Diketahui Zaenal sendiri kini menjabat sebagai Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Jateng periode 2016-2018. Sebelumnya, Magister Hukum Universitas Diponegoro itu juga menjabat sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Jateng dua periode pada 2007-2016. Kini Zaenal mencoba peruntungan untuk masuk sebagai calon Komisioner Komnas HAM periode 2017-2022. 

red: farah abdillah

0 Komentar